Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Dinas Koperasi UKM Mandailing Natal dalam Membantu Pengurusan Nomor Induk Berusaha Faisal Affandi; Mhd Asril; Mhd Khoiruddin Lubis; Mia Juliani; Masitoh Tanjung; Sinul Aflah; Lukman Hakim Nasution; Maulana Muklis; Mhd Solih; Mhd Aswin
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/hypxz643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Mandailing Natal dalam membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS-RBA. UMKM merupakan pilar penting perekonomian Indonesia karena menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap sekitar 97% tenaga kerja, sehingga legalitas usaha menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research) yang dilakukan selama kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Koperasi dan UKM memiliki tiga peran utama dalam membantu pengurusan NIB, yaitu peran edukatif melalui sosialisasi pentingnya legalitas usaha, peran fasilitatif melalui pendampingan teknis pendaftaran bagi pelaku UMKM yang memiliki keterbatasan literasi digital, serta peran administratif melalui verifikasi dan penyesuaian data agar proses penerbitan NIB berjalan lancar. Kepemilikan NIB memberikan berbagai manfaat bagi UMKM, antara lain legalitas usaha, kemudahan akses pembiayaan, peluang mengikuti program pembinaan pemerintah, perlindungan hukum, serta peningkatan daya saing usaha. Namun demikian, proses pembuatan NIB masih menghadapi beberapa tantangan, seperti kendala teknis pada sistem OSS-RBA, keterbatasan literasi digital dan jaringan internet, serta kesulitan pelaku usaha dalam memenuhi dokumen komitmen setelah NIB diterbitkan. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif pemerintah daerah dalam memberikan pendampingan dan pembinaan agar proses perizinan usaha dapat berjalan lebih efektif serta mendukung perkembangan UMKM di daerah.
PENGUATAN LITERASI KEMAMPUAN BACA-TULIS MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SISWA KELAS 3 UPTD SDN 220 HUTA DANGKA KECAMATAN KOTANOPAN Jureid Jureid; Ade Chandra Nasution; Batara Doli; Eli Saharni Btr; Lukman Hakim Nasution; Mustika Sari; Nuralya Fitri; Nur Habibah; Pita Anggina Lubis; Saprinah Maiyani; Ummu Salamah
Journal of Community Dedication and Development Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan bertujuan menguatkan literasi kemampuan baca–tulis siswa kelas 3 UPTD SDN 220 Huta Dangka melalui pemanfaatan media gambar. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN STAIN Mandailing Natal pada 21–24 Juli 2025 dengan pendekatan partisipatif dan metodologi Pengabdian Tindakan Kelas. Sampel terdiri dari 23 siswa. Instrumen meliputi lembar observasi partisipasi, dokumentasi karya, dan lembar kerja. Intervensi meliputi pengenalan media gambar, latihan menulis deskripsi dan menyusun kalimat, pembacaan bergiliran, serta permainan edukatif berbasis gambar. Hasil observasi dan perbandingan pra–pasca menunjukkan peningkatan antusiasme, kreativitas, kefasihan membaca, dan kemampuan menulis permulaan; sebagian besar siswa mencatat kenaikan skor serta partisipasi yang lebih aktif. Temuan ini konsisten dengan studi terdahulu yang menegaskan efektivitas media visual dalam memperkuat literasi awal. Kendala yang tercatat antara lain keterbatasan waktu intervensi dan kebutuhan pendampingan guru berkelanjutan. Rekomendasi meliputi integrasi media gambar dalam RPP harian, penyusunan booklet panduan untuk guru, serta pelaksanaan siklus tindak lanjut dengan sampel lebih besar dan analisis kuantitatif lebih mendalam untuk memastikan generalisasi hasil.