Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelayanan dan motivasi terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Penanggulangan Bencana (DKP2B) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Papua Barat Daya, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal komparatif. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai aktif di kedua instansi yang berjumlah 146 orang, dan seluruhnya dijadikan sampel (teknik sensus). Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert 1–4. Instrumen penelitian diuji validitas menggunakan korelasi Pearson Product-Moment dan reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, uji t (parsial), uji F (simultan), serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (nilai signifikansi 0,012 < 0,05; koefisien regresi 0,199); (2) Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (nilai signifikansi 0,000 < 0,05; koefisien regresi 0,688); (3) Secara simultan, pelayanan dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (nilai signifikansi 0,000 < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,716, yang berarti bahwa 71,6% variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh variabel pelayanan dan motivasi, sedangkan sisanya 28,4% dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian. Motivasi merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi kinerja pegawai di lingkungan DKP2B dan Satpol PP Provinsi Papua Barat Daya. Penelitian ini merekomendasikan kepada pimpinan instansi untuk meningkatkan kualitas pelayanan internal melalui komunikasi yang efektif, kejelasan prosedur, dukungan pimpinan, serta sistem penghargaan berbasis kinerja guna meningkatkan motivasi dan kinerja pegawai secara berkelanjutan.