Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HACCP System Design and GMP/SSOP Evaluation for Meatball Production: A Case Study at Bakso Solo Jatimulyo Kamelia Zuchri Bukit; Untung Trimo Laksono; Deni Subara
Journal of Agritechnology and Food Processing Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jafp.v5i2.37563

Abstract

This study assesses GMP and SSOP compliance and develops a HACCP plan based on SNI 01-4852-1998 for meatball production at Bakso Solo Jatimulyo. Using a descriptive qualitative approach, we evaluated the implementation of Good Manufacturing Practices (GMP) and Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP). The facility scored 82% for GMP compliance but only 49.1% for SSOP implementation. Furthermore, the study identified primary biological, chemical, and physical hazards requiring control. Consequently, operators should monitor all production activities, specifically the cooking stage, which serves as a Critical Control Point (CCP).Keywords: critical control point; GMP; HACCP; Meatball
Analisis Hidrologi Forensik Perubahan Respon Aliran Akibat Urbanisasi Pada Daerah Aliran Sungai Skala Kecil Muhammad Hakiem Sedo Putra; Muhammad Syallaby; Kemas Ahmad Kurniawan; Untung Trimo Laksono
CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 7 No. 2 (2026): CIVENG VOLUME 7 NO.2 JULI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/civeng.v7i2.30026

Abstract

Perubahan tata guna lahan akibat urbanisasi terbukti mempengaruhi respon hidrologi daerah aliran sungai (DAS), khususnya pada wilayah peralihan urban–rural. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan merekonstruksi perubahan karakteristik limpasan menggunakan pendekatan hidrologi forensik. Studi dilakukan pada DAS skala kecil dengan membandingkan data curah hujan, debit puncak, waktu menuju puncak banjir, dan koefisien limpasan sebelum dan sesudah periode urbanisasi. Metode yang digunakan meliputi analisis hujan-aliran, pemisahan baseflow, serta evaluasi perubahan parameter hidrologi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan debit puncak sebesar 35–48% dan penurunan waktu menuju puncak banjir hingga 40% pada wilayah yang mengalami peningkatan luas permukaan kedap air. Temuan ini mengindikasikan bahwa perubahan hidrologi tidak semata-mata dipicu oleh intensitas hujan, tetapi sangat dipengaruhi oleh transformasi tata guna lahan. Pendekatan hidrologi forensik terbukti efektif dalam mengungkap penyebab kejadian banjir perkotaan yang berulang pada wilayah urban–rural.