Perubahan tata guna lahan akibat urbanisasi terbukti mempengaruhi respon hidrologi daerah aliran sungai (DAS), khususnya pada wilayah peralihan urban–rural. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan merekonstruksi perubahan karakteristik limpasan menggunakan pendekatan hidrologi forensik. Studi dilakukan pada DAS skala kecil dengan membandingkan data curah hujan, debit puncak, waktu menuju puncak banjir, dan koefisien limpasan sebelum dan sesudah periode urbanisasi. Metode yang digunakan meliputi analisis hujan-aliran, pemisahan baseflow, serta evaluasi perubahan parameter hidrologi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan debit puncak sebesar 35–48% dan penurunan waktu menuju puncak banjir hingga 40% pada wilayah yang mengalami peningkatan luas permukaan kedap air. Temuan ini mengindikasikan bahwa perubahan hidrologi tidak semata-mata dipicu oleh intensitas hujan, tetapi sangat dipengaruhi oleh transformasi tata guna lahan. Pendekatan hidrologi forensik terbukti efektif dalam mengungkap penyebab kejadian banjir perkotaan yang berulang pada wilayah urban–rural.
Copyrights © 2026