Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Klasifikasi Emosi pada Lirik Lagu dalam Album Ruang Tunggu Karya Payung Teduh: Kajian Psikologi Sastra: Classification of Emotions in the Song Lyrics of Payung Teduh’s Album Ruang Tunggu: A Literary Psychology Study Nurmala Sari; Desyarini Puspita Dewi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2984

Abstract

Penelitian ini mengkaji klasifikasi emosi dalam lirik lagu album Ruang Tunggu karya Payung Teduh dengan pendekatan psikologi sastra. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kedudukan lirik lagu sebagai teks sastra populer yang mengekspresikan pengalaman emosional manusia melalui bahasa puitis, citraan, repetisi, dan metafora. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan emosi dominan dalam sembilan lagu pada album tersebut serta menjelaskan representasi psikologisnya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data berupa bait lirik yang memuat ekspresi emosi. Data dikumpulkan melalui pembacaan berulang, pencatatan, pengodean, dan pengelompokan berdasarkan teori klasifikasi emosi David Krech, meliputi kebahagiaan, kesedihan, ketakutan, kemarahan, dan cinta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesedihan menjadi emosi paling dominan, diikuti cinta, kebahagiaan, dan ketakutan, sedangkan kemarahan tidak muncul sebagai kategori emosi utama. Implikasinya, album Ruang Tunggu merepresentasikan pengalaman emosional reflektif, seperti kehilangan, kerinduan, komitmen, kecemasan, dan penerimaan.
KEUTUHAN WACANA PADA CERPEN “GELAP, GELAP SEKALI” KARYA ABA MAJANI Nurmala Sari; Najwa Rahmanda Prahardini; Fahrudin Eko Hardiyanto; Etika Widi Utami
Lateralisasi Vol. 13 No. 2 (2025): DESEMBER (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v13i2.8588

Abstract

Penelitian ini menganalisis keutuhan wacana dalam cerpen “Gelap, Gelap Sekali” karya Aba Majani dengan fokus pada koherensi, kohesi gramatikal, dan kohesi leksikal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana keutuhan wacana terwujud dalam karya sastra tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa kohesi gramatikal dalam cerpen ini meliputi teknik substitusi, referensi, elipsis, dan konjungsi. Substitusi digunakan untuk menghindari pengulangan kata atau frasa yang sama, sementara referensi membantu menjaga kelancaran informasi antar kalimat. Elipsis digunakan untuk menghilangkan kata atau frasa yang berulang tanpa mengurangi makna, sedangkan konjungsi menghubungkan ide-ide secara aditif atau temporal. Selain itu, kohesi leksikal dalam cerpen ini ditemukan dalam bentuk sinonimi, kolokasi, dan hiponimi. Sinonimi digunakan untuk memberikan variasi dalam ungkapan yang memiliki makna serupa, sementara kolokasi menciptakan gambaran yang lebih kuat dengan kata-kata yang sering ditemukan bersama dalam konteks tertentu. Hiponimi digunakan untuk menunjukkan bagian dari keseluruhan yang lebih spesifik. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana penggunaan kohesi gramatikal dan kohesi leksikal dapat memperkuat keutuhan wacana dalam cerpen. Analisis ini penting untuk mengapresiasi teknik sastra yang digunakan oleh Aba Majani dalam membangun narasi dan memperkaya makna cerita. Kata Kunci: Koherensi, Kohesi Gramatikal, Kohesi Leksikal, Cerpen, Aba Majani