p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Junior Medical Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan Jawa Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Rizka Damayanti; Dharma Permana; Afrizal TW
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.5597

Abstract

Tuberkulosis (TB) di Indonesia menjadi masalah kesehatan utama, termasuk di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Penanganan TB melalui pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) merupakan langkah utama untuk menekan angka penularan, mencegah resistensi obat, dan menjalankan nilai-nilai keislaman dalam menjaga Kesehatan dan kehidupan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan total sampling. Sampel adalah seluruh pasien TB yang mendapatkan pengobatan di Puskesmas Tanjung Bumi tahun 2023 dan memenuhi kriteria inklusi yang diambil dari rekam medis pasien dan dianalisis secara univariat. Sampel penelitian adalah 74 pasien, terdiri dari 62 pasien kategori 1, kategori 2 sebanyak 2 pasien, dan 5 pasien anak. Seluruh pasien kategori 1 dan anak menerima OAT dalam bentuk Kombinasi Dosis Tetap (KDT) (2RHZE/4RH). Pada kategori 2 mendapat OAT KDT (2RHZES/1HRZE/5HRE) sebanyak 71,43% dan lainnya mendapat dosis tunggal (2HZES/10HE). Efek samping yang paling banyak dilaporkan adalah urin berwarna merah (83,8%), penurunan nafsu makan (71,6%), dan mual (63,5%). Tingkat kesembuhan tertinggi terdapat pada kategori anak (100%) dan kategori 1 (96,8%), sedangkan pada kategori 2 sebesar 71,4%. Penggunaan OAT di Puskesmas Tanjung Bumi telah sesuai standar terapi TB yang dianjurkan, dengan hasil pengobatan yang umumnya efektif. Dari sudut pandang Islam, upaya pengobatan ini sesuai dengan prinsip menjaga jiwa (ḥifẓ al-nafs) dan keadilan (‘adl) dalam pelayanan kesehatan.
Gambaran Obat Antihipertensi yang digunakan pada Pasien Lansia di Puskesmas Tanjung Bumi, Bangkalan, Jawa Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam. Rofiqoh Rofiqoh; Dharma Permana; Afrizal TW
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.5536

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi pada lansia dan memerlukan terapi farmakologis jangka panjang. Pemilihan jenis dan kombinasi obat antihipertensi harus mempertimbangkan kondisi pasien, efektivitas obat, serta aspek kehalalan dan kemanfaatan (halal dan thayyib) menurut ajaran Islam. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif, untuk menganalisis data rekam medis pasien lansia hipertensi di Puskesmas Tanjung Bumi pada periode Januari–Juni 2024. Sampel penelitian berjumlah 97 pasien lansia yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Pasien perempuan lebih dominan (63,92%). Kelompok usia terbanyak adalah 60–70 tahun (58,76%). Penggunaan obat antihipertensi didominasi oleh golongan CCB (Amlodipin 46,63%), diikuti furosemid (20,22%) dan captopril (19,13%). Pola terapi paling banyak adalah kombinasi dua obat (49,48%), terutama Amlodipin + Captopril. Efek samping yang dilaporkan mencakup hipotensi (6,19%), pusing (4,12%), batuk dan edema perifer (masing-masing 3,09%), serta 76,4% pasien tidak mengalami efek samping. Dari tinjauan Islam, obat-obatan yang digunakan telah sesuai prinsip halal dan thayyib karena tidak mengandung unsur haram dan bermanfaat bagi kesehatan, serta diberikan dengan dosis yang sesuai dan diawasi penggunaannya. Kesimpulan: Penerapan terapi antihipertensi di Puskesmas Tanjung Bumi pada pasien lansia didominasi oleh kasus hipertensi stadium 1 kemudian Hipertensi Sistolik Terisolasi (ISH) dan disusul oleh hipertensi stadium 2. Pendekatan pengobatan ini mengacu pada pedoman klinis yang berlaku dan juga selaras dengan nilai-nilai syariah, khususnya prinsip hifzh an-nafs (menjaga jiwa) serta konsep halalan thayyiban dalam pengobatan. Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Antihipertensi, Efek Samping, Halal, Thayyib, Islam.