Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Obat Antihipertensi yang digunakan pada Pasien Lansia di Puskesmas Tanjung Bumi, Bangkalan, Jawa Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam. Rofiqoh Rofiqoh; Dharma Permana; Afrizal TW
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.5536

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi pada lansia dan memerlukan terapi farmakologis jangka panjang. Pemilihan jenis dan kombinasi obat antihipertensi harus mempertimbangkan kondisi pasien, efektivitas obat, serta aspek kehalalan dan kemanfaatan (halal dan thayyib) menurut ajaran Islam. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif, untuk menganalisis data rekam medis pasien lansia hipertensi di Puskesmas Tanjung Bumi pada periode Januari–Juni 2024. Sampel penelitian berjumlah 97 pasien lansia yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Pasien perempuan lebih dominan (63,92%). Kelompok usia terbanyak adalah 60–70 tahun (58,76%). Penggunaan obat antihipertensi didominasi oleh golongan CCB (Amlodipin 46,63%), diikuti furosemid (20,22%) dan captopril (19,13%). Pola terapi paling banyak adalah kombinasi dua obat (49,48%), terutama Amlodipin + Captopril. Efek samping yang dilaporkan mencakup hipotensi (6,19%), pusing (4,12%), batuk dan edema perifer (masing-masing 3,09%), serta 76,4% pasien tidak mengalami efek samping. Dari tinjauan Islam, obat-obatan yang digunakan telah sesuai prinsip halal dan thayyib karena tidak mengandung unsur haram dan bermanfaat bagi kesehatan, serta diberikan dengan dosis yang sesuai dan diawasi penggunaannya. Kesimpulan: Penerapan terapi antihipertensi di Puskesmas Tanjung Bumi pada pasien lansia didominasi oleh kasus hipertensi stadium 1 kemudian Hipertensi Sistolik Terisolasi (ISH) dan disusul oleh hipertensi stadium 2. Pendekatan pengobatan ini mengacu pada pedoman klinis yang berlaku dan juga selaras dengan nilai-nilai syariah, khususnya prinsip hifzh an-nafs (menjaga jiwa) serta konsep halalan thayyiban dalam pengobatan. Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Antihipertensi, Efek Samping, Halal, Thayyib, Islam.