p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Junior Medical Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) Sebagai Marker Inflamasi Sistem Imun dalam Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada Dewasa di Puskesmas Senen Alya; Aryenti; Fitri; Afrizal TW
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.5930

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang berkaitan dengan inflamasi tingkat rendah dan disfungsi sistem imun. Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) merupakan marker inflamasi sistemik yang mudah diperoleh dari pemeriksaan darah rutin dan berpotensi digunakan dalam penilaian risiko DMT2. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh NLR secara statistik terhadap risiko DMT2 pada populasi dewasa di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang menggunakan data sekunder rekam medis pasien dewasa usia 18–55 tahun di Puskesmas Senen periode 2022–2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen adalah kategori NLR dan riwayat keluarga, sedangkan variabel dependen adalah status glukosa darah puasa. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Sebanyak 152 subjek penelitian dianalisis. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa NLR tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap risiko DMT2 (p = 0,926). Sebaliknya, riwayat keluarga DMT2 menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap risiko DMT2 (p = 0,015). Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada dewasa di Puskesmas Senen. Faktor riwayat keluarga memiliki peran yang lebih bermakna dalam peningkatan risiko DMT2.
Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh dan Risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 pada Dewasa Usia 30-50 Tahun di Puskesmas Kecamatan Senen: The Relationship Between Body Mass Index and the Risk of Type 2 Diabetes Mellitus in Adults Aged 30–50 Years at Senen Subdistrict Public Health Center and Its Review from an Islamic Perspective Haninthya Nurul Izzati; Aryenti; Fitri
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.5488

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Mellitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, terutama pada kelompok usia produktif. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah Indeks Massa Tubuh (IMT), yang mencerminkan status berat badan seseorang. Peningkatan IMT diketahui dapat meningkatkan resistensi insulin dan berkontribusi terhadap terjadinya DM Tipe 2. Sementara itu, faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah faktor genetik, jenis kelamin, dan usia. Di Indonesia khususnya di wilayah perkotaan besar termasuk wilayah Ibukota Jakarta, berdasarkan temuan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), data survey nasional Indonesia tahun 2013 menunjukan bahwa prevalensi obesitas meningkatkan resiko dua kali lipat mengalami diabetes mellitus tipe 2, serta empat kali beresiko mengalami komorbid diabetes mellitus-hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional yang menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien dewasa usia 30-50 tahun di Puskesmas Senen Periode 2022-2023. Sampel berjumlah 150 responden yang diambil secara total sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil: Dari 150 responden, berusia 30-40 dan 41-50 tahun, Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan Indeks Massa Tubuh kategori overweight dan obesitas memiliki risiko tinggi mengalami Diabetes Mellitus Tipe 2. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh dan risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh dan risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 pada dewasa usia 30–50 tahun di Puskesmas Kecamatan Senen periode 2022-2023. Diperlukan upaya promotif dan preventif, serta tinjauannya menurut Islam yang berupa edukasi mengenai pentingnya menjaga berat badan ideal untuk menurunkan risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 pada usia produktif.