Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Lansia melalui Literasi Keuangan Digital yang Aman dan Mudah Dipahami Happyta Agustin; Didik Setiyadi; Bias Yulisa Geni; Intan Nuraeni
Lentera Pengabdian Vol. 3 No. 04 (2025): Oktober 2025
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v3i04.1243

Abstract

Perkembangan layanan keuangan digital memberikan kemudahan dalam transaksi, namun kelompok lanjut usia masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan pemahaman teknologi, rendahnya kesadaran terhadap keamanan data pribadi, serta risiko menjadi korban penipuan digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital lanjut usia agar mampu memahami, menggunakan, dan menjaga keamanan dalam bertransaksi secara digital dengan cara yang aman dan mudah dipahami. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi penggunaan layanan keuangan digital, simulasi transaksi sederhana, serta evaluasi pemahaman peserta. Materi yang diberikan meliputi pengenalan layanan keuangan digital, manfaat dan risiko transaksi digital, cara menjaga kerahasiaan data pribadi, pengenalan modus penipuan, serta langkah aman dalam menggunakan layanan keuangan berbasis teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai penggunaan layanan keuangan digital secara aman, mampu mengenali potensi risiko penipuan, serta lebih berhati-hati dalam menjaga data pribadi dan melakukan transaksi. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa literasi keuangan digital yang disampaikan secara sederhana, praktis, dan sesuai dengan karakteristik lanjut usia dapat membantu meningkatkan kemandirian, kewaspadaan, dan kepercayaan diri peserta dalam menghadapi perkembangan layanan keuangan digital.
Rasio Keuangan Perbankan dan Nilai Perusahaan: Peran Profitabilitas sebagai Variabel Mediasi Happyta Agustin; Didik Setiyadi
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1336

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh risiko kredit (NPL), likuiditas (LDR), efisiensi operasional (BOPO), dan kecukupan modal (CAR) terhadap nilai perusahaan (PBV), baik secara langsung maupun melalui profitabilitas (ROA) sebagai variabel mediasi, pada bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2025. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Sampel ditentukan melalui metode purposive sampling sehingga diperoleh 33 bank dengan total 165 observasi yang membentuk data panel seimbang. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan Random Effect Model yang dikoreksi melalui standard error kokoh berbasis klaster, sedangkan peran mediasi diuji menggunakan uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA, sementara CAR berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan NPL dan LDR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Terhadap PBV, BOPO berpengaruh negatif dan signifikan, dan NPL berpengaruh negatif signifikan pada taraf 10%, sementara LDR, CAR, dan ROA tidak berpengaruh signifikan. Pengujian mediasi membuktikan bahwa ROA tidak memediasi pengaruh keempat rasio terhadap PBV, karena profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap PBV. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembentukan PBV perbankan lebih ditentukan oleh efisiensi operasional dan risiko kredit secara langsung dibandingkan melalui jalur profitabilitas. Temuan ini menyiratkan pentingnya pengendalian biaya operasional bagi manajemen bank serta perhatian investor terhadap rasio efisiensi dan risiko kredit.
Edukasi Manajemen Keuangan Keluarga untuk Mencegah Judi Daring dan Pinjaman Online Ilegal pada Komunitas Ibu Pengajian Mushola Al-Falah Jatisampurna Happyta Agustin; Didik Setiyadi; Kisan Kisan
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1555

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong peningkatan penggunaan berbagai layanan keuangan berbasis elektronik di masyarakat. Namun, peningkatan akses terhadap layanan keuangan tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan keluarga secara efektif. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap berbagai praktik keuangan ilegal, seperti judi online dan pinjaman online ilegal, yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi rumah tangga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan, keterampilan manajemen keuangan keluarga, serta kesadaran masyarakat terhadap risiko yang ditimbulkan oleh judi online dan pinjaman online ilegal. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2026 di Mushola Al-Falah, Jatisampurna, Kota Bekasi, dengan melibatkan 25 orang ibu-ibu jamaah pengajian sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi, praktik penyusunan anggaran rumah tangga, pencatatan keuangan sederhana, serta diskusi dan konsultasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Efektivitas program diukur menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan metode N-Gain. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta dari 56,4 menjadi 84,8 dengan nilai N-Gain sebesar 0,65 yang termasuk dalam kategori sedang. Selain itu, sebagian besar peserta mampu menyusun anggaran dan melakukan pencatatan keuangan rumah tangga secara mandiri serta memahami karakteristik layanan keuangan ilegal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi manajemen keuangan keluarga dapat menjadi salah satu strategi preventif yang efektif dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan mengurangi risiko keterlibatan masyarakat dalam praktik judi online maupun pinjaman online ilegal.