Rakmat Faisal
Universitas Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Minang Identity in Indonesian Literary Works 2008-2025 (Anthropocentrism Study) Putri Retnosari; Parmin; Moh Arif Susanto; Destynar Aditama; Ririe Rengganis; Agusniar Dian Savitri; Dianita Indrawati; Rakmat Faisal; Yermia Nugroho Agung Wibowo
Proceeding of Conference on Literature, Linguistic, and Cultural Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Proceeding of Conference on Literature, Linguistic, and Cultural Studies: ICONE
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/pcllcs.v5i1.6572

Abstract

This study aims to explore the construction and transformation of Minangkabau identity in Indonesian literary works published between 2008 and 2025. Using an anthroposentric literary approach, the research investigates how human-centered cultural values, norms, and beliefs associated with Minangkabau ethnicity are narrated, challenged, or maintained in contemporary fiction. The analysis focuses on selected novels and short stories written by both Minangkabau and non-Minangkabau authors, identifying recurring themes such as adat, migration, gender roles, and intergenerational conflict. The method combines textual interpretation with cultural contextualization to uncover how literature reflects or reconfigures the image of Minang identity in response to changing national and global contexts. The results reveal that while many works reaffirm traditional Minangkabau values, others offer critical perspectives that depict internal tensions and evolving identities, especially among younger generations. The study shows that Minang identity in literature is dynamic, marked by a constant negotiation between heritage and modernity.
NARASI PERLAWANAN KELOMPOK MARGINAL DALAM CERPEN SUARA DARI JALANAN KARYA NADYA NURUL AZKIYA KAJIAN TEKSTUAL BARTHES Joan Elkana Tarigan; Rakmat Faisal
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p79-95

Abstract

Penelitian ini membahas narasi perlawanan kelompok marginal terhadap pemerintah dalam cerpen Suara dari Jalanan karya Nadya Nurul Azkiya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Data penelitian berupa kutipan-kutipan teks yang mengandung makna perlawanan, yang dianalisis menggunakan lima kode pembacaan Barthes, yaitu kode hermeneutik, semik, simbolik, aksian, dan kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlawanan dalam cerpen ditampilkan dalam dua bentuk, yaitu perlawanan tertutup dan perlawanan terbuka. Perlawanan tertutup muncul melalui penderitaan, kegelisahan, dan suara kecil rakyat yang terpinggirkan, sedangkan perlawanan terbuka ditunjukkan melalui aksi demonstrasi, suara kolektif massa, dan konfrontasi dengan aparat pemerintah. Melalui analisis tersebut, cerpen ini merepresentasikan perlawanan sebagai bentuk kritik sosial terhadap ketidakadilan dan dominasi kekuasaan negara terhadap kelompok marginal.