Permasalahan sampah organik rumah tangga masih menjadi isu penting di kawasan permukiman padat Baluwarti, Surakarta. Sistem pengelolaan sampah yang berjalan umumnya masih didominasi pola kumpul-angkut-buang, dengan pemilahan sampah organik dan anorganik yang belum konsisten. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membangun kesadaran dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pengurangan sampah organik dari sumber melalui sosialisasi teknologi tepat guna berbasis rumah tangga. Metode kegiatan meliputi observasi awal, Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, demonstrasi komposter ember, biopori, dan eco enzyme. Kegiatan diikuti oleh 76 peserta, yang terdiri atas perwakilan RT/RW, PKK, pegiat lingkungan, tim bank sampah, LPMK, Karang Taruna, tokoh masyarakat, perangkat kelurahan, dan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya respons positif dari peserta, terlihat dari keaktifan dalam diskusi, ketertarikan terhadap materi aplikatif, serta minat mencoba teknologi yang mudah diterapkan di rumah. Komposter ember menjadi teknologi yang paling diminati karena sederhana, murah, dan sesuai untuk skala rumah tangga. Eco enzyme dan biopori juga mendapat perhatian sebagai alternatif pemanfaatan limbah organik dan solusi lingkungan berbasis pekarangan atau fasilitas komunal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis demonstrasi langsung dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran dan kesiapan masyarakat untuk mengelola sampah organik secara mandiri. Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4, SDG 12, dan SDG 17, melalui edukasi lingkungan dan kolaborasi multipihak.