Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KARAKTER EROPA PADA RUMAH TINGGAL SAUDAGAR BATHIK DI LAWEYAN SURAKARTA Tri Joko Daryanto
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 3, No 2 (2007): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2019.846 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v3i2.8326

Abstract

Laweyan village has existed since the beginning of Nagari Surakarta Hadiningrat in1745. It is such as a village ofbathik merchant with specific architecturalcharacteristics. The character forms a merger of many architectural styles, which isdominated by Europhean (Western) style whithout disapearing Javanese architecturalcharacteristics.In order to understand the using of European architectural elements, the research isperformed by naturalistic approach. The samples and themes are defined on the fieldpurposively. The finding of the themes is connected inductively in order to get theideographic construction as localfinding. ,The research founds the using ofgolden section in defining building sshape proportionand arranging its facade composition. The European forms and ornaments consist ofArtdeco, Art nouveau, Greek and Indies which are merged in Javaneseformat eclectically.There is tendency that European forms and ornaments arefound in the roomsor part ofbuilding with visual continuity positions.
Pelatihan Inovasi Ekonomi Kreatif: Pemanfaatan Limbah Genteng untuk Penutup Dinding Estetis Daryanto, Tri Joko; Kurniawati, Dyah Yuni; Suastika, Made
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i6.1080

Abstract

Limbah genteng yang melimpah di daerah penghasil genteng sering kali tidak dimanfaatkan secara optimal, sehingga menimbulkan masalah lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi limbah genteng dengan mengolahnya menjadi produk inovatif berupa penutup dinding estetis dan roster, sebagai bentuk penerapan konsep ekonomi kreatif. Metode yang digunakan mencakup pelatihan dan pendampingan pengrajin lokal dalam teknik pengolahan limbah genteng, pengembangan desain produk yang estetis, serta strategi pemasaran yang efektif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan pengrajin dalam memproduksi produk bernilai estetis dan ekonomis, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah. Kegiatan ini tidak hanya mengurangi limbah genteng yang mencemari lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendukung penerapan ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Kesimpulannya, pengolahan limbah genteng menjadi produk inovatif dapat menjadi solusi efektif untuk masalah lingkungan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat lokal.
Integrasi Data Melalui Pemetaan dengan Metode Drone Participatory Mapping (DPM) dan Pendataan Sensus Sosial dalam Proses Digitalisasi Desa Songbledeg Tri Joko Daryanto; Daniel Kristian Nugroho; Fiki Octavia; Fadhilah Hanum; Azaria Elvaretha; Khoirul Arifah; Alice Rahma Nastiti; Novi Anggraini Sholika; Vika Novianti Romadhona; Fatur Rocman Nurcahyadi; Rois Helmy Argayudha; Dinda Rista Anis Mufida
Kasta: Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.956 KB) | DOI: 10.58218/kasta.v2i2.244

Abstract

Permasalahan yang biasa ditemui di lapangan seperti minimnya ketersediaan database desa. Database menjadi acuan utama bagi pemerintah desa dalam menentukan arah kebijakan desa. Dalam memetakan data-data desa harus didasari dengan adanya data spasial yang akurat. Data spasial ini merupakan peta yang memuat kondisi geografis wilayah sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan secara real time. Apabila melihat fakta di lapangan dan juga data di google maps, banyak batas desa yang ternyata tidak sesuai dengan batas yang sesungguhnya yang disepakati oleh masyarakat setempat, sehingga hal tersebut seringkali menimbulkan konflik lahan. Data yang kurang bahkan tidak tepat dapat diminimalisir melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Data Desa Presisi (DDP) yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan kerjasama bersama Institut Pertanian Bogor (IPB). Program tersebut bertujuan untuk pembuatan data spasial yang akurat dan terintegrasi. Lokasi pelaksanaan program terletak di Desa Songbledeg, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri. Alat yang digunakan adalah Drone DJI Mavic Pro, software Agisoft Photoscan Professional, software ArcGIS 10.8, Avenza Maps, DJI Go 4, CTRL+DJI d, Pix4D Capture, PC dan smartphone. Bahan yang digunakan adalah foto citra drone. Pemetaan data spasial bertujuan untuk memperbaiki batas-batas desa, dusun, dan data administrasi desa. Hasil yang didapatkan berupa 5 peta dasar, yaitu peta orthophoto, peta administratif, peta sarana dan prasarana, peta penggunaan lahan, dan peta topografi. Serta pembuatan peta digitasi bangunan beserta nomor pemilik bangunan bertujuan untuk mempermudah tim sosial untuk melakukan sensus pada aplikasi Merdesa. Hasil dari peta yang telah didigitasi disebut peta kerja, yang kemudian digunakan sebagai acuan petugas sensus (enumerator) untuk membantu melakukan pengambilan data kuantitatif Desa Songbledeg.
Pelatihan Pembuatan Diversifikasi Produk Berbahan Tanah Liat untuk Pengrajin Genting Desa Wirun Mojolaban Sukoharjo Kumoro W, Agung; Musyawaroh, Musyawaroh; Daryanto, Tri Joko; Marlina, Avi
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i2.1133

Abstract

Pengrajin genting merupakan mata pencaharian utama bagi masyarakat Desa Wirun, dengan lebih dari 70 pengrajin yang tersebar di Dusun Kebak, Mertan, Ngambak Kalang, dan Godekan. Sejak awal abad ke-19, usaha ini telah diwariskan secara turun-temurun. Namun, pengrajin kini menghadapi berbagai kendala, seperti sulitnya bersaing dengan produk genting modern serta ketergantungan produksi pada musim hujan yang sering menghambat kegiatan usaha. Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan pengrajin dalam mengembangkan diversifikasi produk berbahan dasar tanah liat, seperti batu bata tempel dan terakota, guna menjaga keberlanjutan ekonomi lokal. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi edukatif dan pelatihan teknis yang difokuskan pada pengembangan keterampilan baru dan peningkatan ragam produksi. Keberhasilan program dinilai dari bertambahnya jenis produk yang dihasilkan, partisipasi aktif para pengrajin, serta keterlibatan pihak-pihak terkait seperti aparatur desa, BUMDes, dan mahasiswa. Hasil pelaksanaan program menunjukkan peningkatan kemampuan pengrajin dalam menghasilkan produk diversifikasi berupa batu bata tempel dan terakota, serta tingginya partisipasi dari pengrajin, pemangku kepentingan desa, BUMDes, dan mahasiswa. Secara keseluruhan, program ini berhasil mendukung peningkatan daya saing produk lokal dan keberlanjutan ekonomi berbasis potensi tanah liat di Desa Wiru
Penguatan Kampung Iklim Baluwarti melalui Pemanfaatan Energi Surya untuk Penerangan Kawasan Heritage Pramesti, Leny; Daryanto, Tri Joko; Marlina, Avi; Cahyono, Untung Joko; Mustaqimah, Ummul
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 3 (2025): June
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i3.1153

Abstract

Kawasan heritage Baluwarti di Surakarta memiliki potensi wisata budaya yang tinggi, namun belum didukung oleh sistem pencahayaan malam hari yang mampu menampilkan karakter arsitektur tradisional sebagai daya tarik visual. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas visual malam hari melalui penerapan sistem pencahayaan arsitektural bertenaga surya yang efisien, kontekstual, dan berkelanjutan. Sistem ini dirancang menyala otomatis dari senja hingga fajar tanpa bergantung pada jaringan listrik PLN, dengan memanfaatkan panel surya monokristalin dan lampu LED hemat energi. Pelaksanaan dilakukan secara partisipatif bersama warga dan pemerintah kelurahan, dimulai dari survei, diskusi kelompok, hingga instalasi di titik-titik strategis. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam visibilitas, rasa aman, dan nilai estetika kawasan di malam hari. Inisiatif ini mendukung pencapaian SDGs-7 (Energi Bersih dan Terjangkau) serta SDGs-11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), dan dapat direplikasi sebagai model integratif antara teknologi ramah lingkungan dan pelestarian kawasan cagar budaya.
Strategi Keberlanjutan Obyek Wisata Melalui Tata Lansekap Studi Kasus Desa Karangmalang Sragen Aminaturosyida Rahma Wardhani; Musyawaroh Musyawaroh; Tri Joko Daryanto; Sumaryoto Sumaryoto; Ummul Mustaqimah; Made Suastika
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 20, No 2 (2022): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v20i2.56030

Abstract

This research focused on landscape design plan  to improve the sustainability of a tourist object. The method used is a programmed design which includes determining the problem, collecting relevant data and information, analyzing design decisions and ending with the determination of a landscape design plan. The data and information obtained consist of factual data, namely tourism activity programs, village tourism potential, landscape constraints for tourism sustainability, as well as normative data, namely spatial planning of tourist objects, sustainability principles, and landscape governance principles. The results of the analysis consist of determining the landscape theme, determining the type of vegetation design, and determining the variation of plant placement by criteria of tourism attributes and sustainability aspects.
Sosialisasi Teknologi Tepat Guna untuk Mendorong Pengurangan Sampah Organik di Kelurahan Baluwarti Tri Joko Daryanto; Avi Marlina; Untung Joko Cahyono; Ummul Mustaqimah
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah organik rumah tangga masih menjadi isu penting di kawasan permukiman padat Baluwarti, Surakarta. Sistem pengelolaan sampah yang berjalan umumnya masih didominasi pola kumpul-angkut-buang, dengan pemilahan sampah organik dan anorganik yang belum konsisten. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membangun kesadaran dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pengurangan sampah organik dari sumber melalui sosialisasi teknologi tepat guna berbasis rumah tangga. Metode kegiatan meliputi observasi awal, Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, demonstrasi komposter ember, biopori, dan eco enzyme. Kegiatan diikuti oleh 76 peserta, yang terdiri atas perwakilan RT/RW, PKK, pegiat lingkungan, tim bank sampah, LPMK,  Karang Taruna, tokoh masyarakat, perangkat kelurahan, dan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya respons positif dari peserta, terlihat dari keaktifan dalam diskusi, ketertarikan terhadap materi aplikatif, serta minat mencoba teknologi yang mudah diterapkan di rumah. Komposter ember menjadi teknologi yang paling diminati karena sederhana, murah, dan sesuai untuk skala rumah tangga. Eco enzyme dan biopori juga mendapat perhatian sebagai alternatif pemanfaatan limbah organik dan solusi lingkungan berbasis pekarangan atau fasilitas komunal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis demonstrasi langsung dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran dan kesiapan masyarakat untuk mengelola sampah organik secara mandiri. Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4, SDG 12, dan SDG 17, melalui edukasi lingkungan dan kolaborasi multipihak.
TRANSFORMASI RUMAH JAWA: MENYIASATI PERUBAHAN IKLIM MELALUI ADAPTASI ARSITEKTURAL LOKAL Daryanto, Tri Joko; Musyawaroh, Musyawaroh; Cahyono, Untung Joko
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol. 13 No. 1 (2026): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v13i1.104429

Abstract

Perubahan iklim global menuntut adaptasi dalam banyak aspek kehidupan, salah satunya adalah arsitektur. Penelitian ini menginvestigasi bagaimana rumah-rumah Jawa di Laweyan, Surakarta, menanggapi perubahan iklim dengan melakukan modifikasi terhadap sistem pencahayaan dan penghawaan untuk meningkatkan efisiensi energi serta kenyamanan termal. Fokus penelitian adalah pada adaptasi dari fungsi awalnya sebagai tempat tinggal menjadi lokasi komersial, yang membutuhkan penyesuaian desain yang substansial untuk memenuhi kebutuhan baru tersebut. Menggunakan metodologi kualitatif, penelitian ini memetakan berbagai pola adaptasi yang diintegrasikan dalam desain rumah- rumah tersebut, dengan mempertimbangkan pelestarian nilai-nilai kultural selain memenuhi fungsi fungsionalnya. Analisis dari lima sampel rumah yang telah mengalami modifikasi signifikan menunjukkan bahwa perubahan dalam arsitektur bukan hanya memenuhi fungsi baru, tetapi juga merupakan bagian dari strategi adaptasi budaya yang lebih luas yang bertujuan untuk mempertahankan keberlanjutan lingkungan. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana prinsip-prinsip desain lokal dapat direnovasi untuk menghadapi tantangan global sambil masih mempertahankan identitas kultural dan historis. Penelitian ini berkontribusi pada literatur tentang adaptasi iklim dalam arsitektur tradisional, dengan menekankan pentingnya pendekatan yang mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan, fungsionalitas, dan identitas kultural. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa, menunjukkan pentingnya menggabungkan kearifan lokal dengan inovasi teknologi untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan dan kultural resonan. Ini mendemonstrasikan pentingnya mengadaptasi praktek arsitektur dalam menghadapi perubahan iklim, sambil tetap menghargai dan memelihara warisan budaya.