Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Software Struktur Dasar (RSAP/ETABS) bagi Alumni Teknik Sipil dan UMKM Konstruksi dalam Perencanaan Bangunan Gedung Tahan Gempa: Penelitian Widha ardhiansyah; Hendrig Sudradjat; Putri Fatmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3960

Abstract

Indonesia memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap gempa bumi karena posisinya di Cincin Api Pasifik. Kondisi ini menuntut urgensi perencanaan bangunan tahan gempa yang sesuai dengan SNI 1726:2019. Namun, implementasi standar tersebut masih menghadapi kendala berupa rendahnya kompetensi teknis alumni teknik sipil dan pelaku UMKM konstruksi dalam menggunakan perangkat lunak analisis struktur modern. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis dan kewirausahaan peserta melalui pelatihan penggunaan Robot Structural Analysis Professional (RSAP) dan Extended Three-Dimensional Analysis of Building Systems (ETABS) yang dipadukan dengan pembekalan kewirausahaan konstruksi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dalam kerangka pengabdian masyarakat berbasis partisipatif, meliputi tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan berbasis praktik langsung, workshop kewirausahaan, pendampingan intensif, serta evaluasi melalui observasi, kuesioner, dan uji praktik. Pelatihan menghasilkan peningkatan signifikan pada kemampuan peserta, di mana 70% mampu membuat model struktur dan menganalisis beban gempa secara mandiri. Selain itu, tersusun 20 proposal usaha jasa konsultansi, terbentuk 5 unit usaha baru berbasis perencanaan struktur tahan gempa, dan 72% alumni tetap memanfaatkan modul digital hingga tiga bulan setelah pelatihan. Pelatihan software struktur berbasis praktik langsung yang dikombinasikan dengan kewirausahaan terbukti efektif meningkatkan keterampilan teknis dan kemandirian ekonomi peserta. Model ini berpotensi menjadi strategi berkelanjutan dalam mitigasi bencana serta penguatan ekosistem jasa konstruksi berbasis teknologi di Indonesia.
Evaluasi Kinerja Jaringan Drainase Perumahan Berdasarkan Simulasi SWMM pada Komputer untuk Pengendalian Aliran Permukaan (Studi Kasus: Desa Tumpang, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar): Penelitian Widha Ardhiansyah; Putri Fatmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7597

Abstract

Peningkatan pembangunan kawasan permukiman di Desa Tumpang, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar menyebabkan perubahan tata guna lahan yang berdampak pada meningkatnya limpasan permukaan dan menurunnya kemampuan infiltrasi tanah, sehingga sistem drainase eksisting belum mampu mengalirkan debit air hujan secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kapasitas saluran drainase terhadap debit limpasan serta mengevaluasi alternatif penanganan untuk meningkatkan kinerja sistem drainase kawasan permukiman. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis hidrologi dan hidrolika yang didukung pemodelan menggunakan PC Storm Water Management Model (SWMM) 5.2.3. Data curah hujan diperoleh dari Stasiun Hujan Lodoyo, Kanigoro, dan Bendosewu periode 2016–2025 untuk menentukan curah hujan rancangan kala ulang 5 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa curah hujan rancangan sebesar 192,00 mm menghasilkan total limpasan permukaan sebesar 20,742 × 10³ m³. Simulasi SWMM mengidentifikasi enam subcatchment dengan debit limpasan melebihi 2,50 m³/detik serta empat saluran drainase yang tidak mampu menampung aliran sehingga mengalami luapan. Upaya penanganan dilakukan melalui perubahan dimensi saluran dengan tinggi 0,5–1,0 m dan lebar 0,5–1,0 m serta penataan ulang elevasi saluran pada Node Sal.7 hingga Node Sal.13.