Indonesia memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap gempa bumi karena posisinya di Cincin Api Pasifik. Kondisi ini menuntut urgensi perencanaan bangunan tahan gempa yang sesuai dengan SNI 1726:2019. Namun, implementasi standar tersebut masih menghadapi kendala berupa rendahnya kompetensi teknis alumni teknik sipil dan pelaku UMKM konstruksi dalam menggunakan perangkat lunak analisis struktur modern. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis dan kewirausahaan peserta melalui pelatihan penggunaan Robot Structural Analysis Professional (RSAP) dan Extended Three-Dimensional Analysis of Building Systems (ETABS) yang dipadukan dengan pembekalan kewirausahaan konstruksi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dalam kerangka pengabdian masyarakat berbasis partisipatif, meliputi tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan berbasis praktik langsung, workshop kewirausahaan, pendampingan intensif, serta evaluasi melalui observasi, kuesioner, dan uji praktik. Pelatihan menghasilkan peningkatan signifikan pada kemampuan peserta, di mana 70% mampu membuat model struktur dan menganalisis beban gempa secara mandiri. Selain itu, tersusun 20 proposal usaha jasa konsultansi, terbentuk 5 unit usaha baru berbasis perencanaan struktur tahan gempa, dan 72% alumni tetap memanfaatkan modul digital hingga tiga bulan setelah pelatihan. Pelatihan software struktur berbasis praktik langsung yang dikombinasikan dengan kewirausahaan terbukti efektif meningkatkan keterampilan teknis dan kemandirian ekonomi peserta. Model ini berpotensi menjadi strategi berkelanjutan dalam mitigasi bencana serta penguatan ekosistem jasa konstruksi berbasis teknologi di Indonesia.
Copyrights © 2025