Lionita Dewi Hardila
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembuatan Pestisida Nabati dari Tujuh Bahan Lokal sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Aset Kota Bengkulu Emy Ramadhani; Rigo Nopisen; Lionita Dewi Hardila; Rahmadani Fathul Rizkiya; Rati Diana Sari; Yola Apriani; Suprapti; Adrian Topano
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): May-August
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/kenduri.v6i2.2514

Abstract

Penggunaan pestisida kimia sintetis pada tanaman pekarangan masih banyak dilakukan masyarakat meskipun berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungan. Ketergantungan terhadap bahan kimia tersebut menjadi ironi mengingat banyaknya bahan alam lokal di sekitar masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif ramah lingkungan. Kegiatan KKN Tematik Berbasis Riset ini bertujuan memberdayakan masyarakat RT 49 RW 4 Kelurahan Pagar Dewa, Kota Bengkulu, melalui pemanfaatan bahan lokal sebagai pestisida nabati. Metode yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) yang meliputi empat tahap, yaitu discovery, dream, design, dan destiny. Hasil pemetaan aset mengidentifikasi tujuh bahan lokal berpotensi sebagai pestisida nabati, yaitu cabai, bawang putih, kulit bawang merah, daun sirsak, daun pepaya, kunyit, dan kulit jeruk. Masing-masing bahan mengandung senyawa aktif berbeda dengan mekanisme kerja yang spesifik terhadap jenis hama tertentu. Pelatihan diikuti oleh 20 warga dan seluruh peserta berhasil membuat ketujuh formulasi pestisida nabati secara mandiri. Hasil penerapan pada tanaman pekarangan menunjukkan respons positif, terutama terhadap formulasi daun sirsak dan bawang putih yang dinilai paling efektif dalam mengendalikan hama. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan ABCD berbasis potensi lokal mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam pengendalian hama yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.