Khabib Abdullah
Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepemimpinan Prophetik: Penelitian Imam Purnomo; Joko Mujianto; Khabib Abdullah; Setyo Pamungkas; Siswadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4534

Abstract

This research explores the concept and implementation of prophetic leadership within the context of educational management as a paradigm that integrates spiritual and moral values. Prophetic leadership is defined as a model that prioritizes a clear vision, the ability to inspire, and a commitment to individual character development. This article aims to analyze implementation strategies, the challenges encountered, and the significant impact of this leadership model on educational institutions. Through a literature review, it was found that key strategies involve developing value-based visions and missions, participatory decision-making, and strengthening character education through the values of discipline, patience, and perseverance. The findings indicate that prophetic leadership, which also adopts transformational elements, is capable of creating a positive school climate, increasing teacher and student motivation, and fostering a sustainable culture of innovation. Nevertheless, its implementation faces tangible challenges such as rigid organizational cultures, resistance to change, and limited resources. This study concludes that prophetic leadership is a crucial holistic approach to improving educational quality and shaping future generations with moral integrity and high academic competence. Educational managers are encouraged to adopt these values through continuous training and systemic evaluation to achieve more comprehensive educational goals.
Strategi Guru dalam Mengembangkan Kreativitas Peserta Didik melalui Pendekatan Student Centered Learning di Sekolah Dasar: Penelitian Khabib Abdullah; Nurfuadi
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 3 Nomor 3, Januari-April 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v3i3.277

Abstract

Pengembangan kreativitas peserta didik dalam pendidikan di era modernisasi (abad 21) merupakan suatu tuntutan yang harus dipenuhi oleh setiap satuan pendidikan. Hal ini dikarenakan karena adanya kemajuan di bidang teknologi dan digitalisasi pendidikan sehingga menuntut setiap satuan pendidikan untuk mengadakan perubahan besar dalam prosen pengajaran dan pendidikannya. Guru tidak lagi menjadi sumber utama belajar (Teacher Centered Learning) tetapi kreativitas siswa yang diutamakan (Student Centered Learning). Strategi pembelajaran dalan Student Centerd Learning menekankan pada kemampuan deskripsi analisis dan decision. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan kreativitas peserta didik melalui pendekatan Student Centered Learning (SCL) di SD Negeri 1 Bojong. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru kelas dan kepala sekolah, serta dokumentasi RPP dan hasil karya siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam mengembangkan kreativitas melalui SCL meliputi tiga tahapan. Pertama, pada tahap perencanaan, guru merancang modul ajar yang berbasis proyek dan menyiapkan media pembelajaran dari lingkungan sekitar. Kedua, pada tahap pelaksanaan, guru menerapkan strategi bertanya terbuka, memberikan kebebasan berekspresi dalam diskusi kelompok, dan menggunakan metode project-based learning untuk menciptakan produk karya. Ketiga, pada tahap evaluasi, guru menggunakan penilaian portofolio dan observasi proses, bukan hanya hasil akhir. Kendala yang dihadapi adalah keterbatasan waktu dan perbedaan karakteristik siswa, namun guru mengatasinya dengan fleksibilitas jadwal dan pendekatan personal. Kesimpulannya, strategi guru yang variatif dan berpusat pada siswa efektif dalam memicu kelancaran, keluwesan, dan keaslian berpikir siswa.