Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Review: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Peresepan Rasional: Penelitian Hasyim Adhafizh Sofyan; Razmi Zakiah Oktarlina
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4674

Abstract

Penggunaan obat dikatakan rasional apabila pasien menerima obat yang tepat sesuai dengan indikasi klinik, dosis yang diberikan sesuai kebutuhan dan standar terapi, jangka waktu yang cukup untuk terapi serta biaya pengobatan yang terjangkau untuk individu pasien. Penggunaan obat yang rasional akan berdampak pada efektifitas dan efisiensi biaya pengobatan, mencegah terjadinya resistensi antibiotika, menurunkan angka morbiditas dan mortalitas, mencegah terjadinya efek yang tidak diinginkan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan. Sebaliknya, penggunaan obat yang tidak rasional akan berdampak pada penurunan kualitas terapi yang berdampak pada peningkatan morbiditas dan mortalitas, meningkatkan biaya pengobatan, menurunkan ketersediaan obat, meningkatkan resiko efek samping termasuk adanya resistensi antimikroba, serta aspek psikososial lainnya. Tenaga kesehatan, sistem pelayanan kesehatan, pasien dan masyarakat berkontribusi un tuk mewujudkan penggunaan obat yang rasional
Pengaruh Tingkat Kepuasan Penggunaan Rekam Medis Elektronik dan Beban Kerja Terhadap Risiko Burnout pada Dokter di Rumah Sakit Tipe C Kabupaten Pesawaran Hasyim Adhafizh Sofyan; T.A Larasati; Anisa Nuraisa Jausal
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.24715

Abstract

ABSTRACT The implementation of Electronic Medical Records (EMR) is part of the digital transformation of healthcare services aimed at improving efficiency and quality of care. However, in practice, EMR use may increase physicians’ administrative workload and potentially contribute to burnout. Type C hospitals in Pesawaran Regency have implemented EMR, yet evaluations of user satisfaction and its association with workload and burnout risk among physicians remain limited. This quantitative cross-sectional study was conducted from October to December 2025 at RSUD Pesawaran and RSU Gladish Medical Center Pesawaran. A total of 64 physicians were included using total sampling. EMR satisfaction was assessed using the End User Computing Satisfaction (EUCS) questionnaire, workload was measured using the RAW NASA-TLX, and burnout risk was evaluated using the Maslach Burnout Inventory–Human Services Survey (MBI-HSS). Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test. Most respondents reported being satisfied with EMR use (65.6%). The majority of physicians experienced moderate (39.1%) to high (37.5%) workload. Burnout risk was predominantly categorized as mild (65.6%) and moderate (34.4%), with no cases of severe burnout identified. Bivariate analysis showed no significant association between EMR satisfaction and burnout risk (p=0.177), nor between workload and burnout risk (p=0.374). EMR satisfaction and workload were not significantly associated with burnout risk among physicians in Type C hospitals in Pesawaran Regency. Keywords: Electronic Medical Records, Workload, Burnout, Physicians.  ABSTRAK Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan bagian dari transformasi digital pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan mutu layanan. Namun, penggunaan RME berpotensi menambah beban kerja administratif dokter dan memengaruhi risiko burnout. Di rumah sakit tipe C Kabupaten Pesawaran, evaluasi terkait kepuasan penggunaan RME serta hubungannya dengan beban kerja dan risiko burnout pada dokter masih terbatas. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional yang dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 di RSUD Pesawaran dan RSU Gladish Medical Center Pesawaran. Sampel penelitian melibatkan 64 dokter yang diambil dengan teknik total sampling. Kepuasan penggunaan RME diukur menggunakan kuesioner End User Computing Satisfaction(EUCS), beban kerja menggunakan RAW NASA-TLX, dan risiko burnout menggunakan Maslach Burnout Inventory Human Services Survei (MBI-HSS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar responden menyatakan puas terhadap penggunaan RME (65,6%). Beban kerja dokter paling banyak berada pada kategori sedang (39,1%) dan berat (37,5%). Risiko burnout mayoritas berada pada kategori ringan (65,6%) dan sedang (34,4%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kepuasan penggunaan RME dengan risiko burnout (p=0,177) maupun antara beban kerja dengan risiko burnout (p=0,374). Tingkat kepuasan penggunaan RME dan beban kerja tidak berhubungan secara signifikan dengan risiko burnout pada dokter di rumah sakit tipe C Kabupaten Pesawaran. Kata Kunci:  Rekam Medis Elektronik, Beban Kerja, Burnout, Dokter.