Intan Rossyta
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sejarah PO. Puspa Sari Singaraja Tahun 1976-2025 Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA Intan Rossyta; Ketut Sedana Arta; Desak Made Oka Purnawati
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i1.111868

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui latar belakang berdiri, faktor-faktor yang memengaruhi dinamika perkembangan, dan potensinya sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Proses penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu heuristik yang mencakup pengumpulan sumber melalui studi dokumen, observasi, dan wawancara dengan pihak terkait. Tahap berikutnya adalah kritik sumber, yang meliputi kritik internal dan eksternal untuk menilai keabsahan serta kredibilitas sumber. Selanjutnya dilakukan tahap interpretasi untuk menafsirkan fakta-fakta sejarah yang diperoleh, kemudian disusun dalam bentuk historiografi sebagai penulisan sejarah secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: PO. Puspa Sari Singaraja didirikan pada tahun 1976 oleh Bapak I Gede Dharma Wijaya sebagai perusahaan transportasi bus pertama yang melayani kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya dari wilayah Singaraja menuju berbagai daerah di Bali dan Jawa. Perkembangan perusahaan dalam rentang waktu 1976–2025 menunjukkan adanya dinamika yang dipengaruhi oleh perubahan kondisi sosial, ekonomi, serta kebijakan transportasi sejak masa Orde Baru hingga era Reformasi, yang tercermin pada perkembangan manajemen perusahaan dan jumlah armada bus. Sejarah PO. Puspa Sari Singaraja memiliki nilai historis dan kontekstual yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA, khususnya pada materi kelas XII Fase F mengenai Indonesia pada masa Orde Baru.