Fraktur merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan pertama secara cepat dan tepat untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih lanjut. Namun, tingkat pengetahuan remaja dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus fraktur masih beragam dan diduga berkaitan dengan karakteristik demografi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor demografi dengan tingkat pengetahuan remaja tentang pertolongan pertama pada fraktur. Metode yang digunakan: penelitian kuantitatif dengan desain korelatif dan pendekatan cross sectional, dilakukan di SMA Negeri 12 Banda Aceh. Populasi berjumlah 450 siswa dengan menggunakan tabel Cohen didapatkan sampel 114 remaja yang dipilih secara purposive dengan kriteria inklusi usia 17-18 tahun, dan bersedia mengikuti rangkaian intervensi dari awal hingga akhir penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pertolongan pertama pada fraktur akibat kecelakaan lalu lintas yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, serta lembar karakteristik usia dan jenis kelamin. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan pada kategori rendah (47,4%). Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan pengetahuan fraktur pada responden (p value 0,005); dan tidak terdapat hubungan antara usia dengan pengetahuan fraktur tidak terdapat berhubungan (p value 0,677). Direkomendasikan penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik gender.