Jufrizal Jufrizal
Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN ST ELEVASI INFARK MIOKARD (STEMI) DI INTENSIVE CARDIAC CARE UNIT: STUDI KASUS Mauidhah Mauidhah; Jufrizal Jufrizal; Irfanita Nurhidayah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 4 (2022): Karya Ilmiah Mahasiswa (KIA)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STEMI terjadi ketika terdapat sumbatan yang disebabkan plak aterosklerosis secara mendadak pada satu atau lebih arteri koroner dan menghambat aliran darah ke otot jantung sehingga otot-otot jantung tidak mendapat suplai oksigen. STEMI dapat ditegakkan dengan melihat gambaran EKG yang menunjukkan adanya peningkatan segment ST di 12 lead, dan peningkatan cardiac marker. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami ST elevasi infark miokard (STEMI). Pengkajian kasus didapatkan data pasien mengeluh nyeri dada, sesak nafas, sinus takikardi, Q patologis, infark anterolateral, EF: 41% dan leukosit: 14,20x103/mm3. Sehingga muncul tiga masalah keperawatan pada pasien, masalah pertama adalah penurunan curah jantung dengan perencanaan perawatan jantung, kedua, nyeri akut dengan rencana keperawatan manajemen nyeri, dan yang ketiga, risiko syok dengan rencana keperawatan pencegahan syok. Evaluasi hari kelima menunjukkan bahwa kondisi pasien tidak menunjukkan perbaikan ditandai dengan TD : 82/56 mmHg, MAP : 64 mmHg HR : 115x/menit, RR : 38x/menit dengan penggunaan NRM 15 liter, suara paru wheezing, EF: 41% dan Leukosit: 38,76x103/mm3 dan urine: 20 cc. Hasil asuhan keperawatan ini diharapkan dapat menjadi acuan kepada perawat untuk meningkatkan kualitas perawatan intensive, serta penangananan keperawatan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sehingga angka kematian bisa diminimalkan.
PENGETAHUAN PEKERJA WISATA TIRTA DALAM MELAKUKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN TENGGELAM Nanda Dhiwarni Putri; Jufrizal Jufrizal; Rahmalia Amni
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4567

Abstract

Tenggelam merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat cedera tidak disengaja, terutama di destinasi wisata tirta. Pengetahuan yang memadai menjadi faktor penting dalam pencegahan dan penanganan insiden tenggelam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan oleh pekerja wisata tirta di Desa Iboih, Kota Sabang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Sampel penelitian adalah 110 pekerja wisata tirta yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil Penelitian menunjukkan 56,4% pekerja wisata tirta memiliki pengetahuan baik. Pekerja wisata tirta diharapkan agar meningkatkan kompetensi dalam melakukan tindakan pertolongan pertama.
Studi Korelasional Antara Faktor Demografi Dan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Pertolongan Pertama Pada Kasus Fraktur Jufrizal Jufrizal; Rahmalia Amni; Hilman Syarif; Abul A’la Tarigan
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 10, No 2 (2026): EDISI AGUSTUS 2026
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v10i2.3745

Abstract

Fraktur merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan pertama secara cepat dan tepat untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih lanjut. Namun, tingkat pengetahuan remaja dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus fraktur masih beragam dan diduga berkaitan dengan karakteristik demografi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor demografi dengan tingkat pengetahuan remaja tentang pertolongan pertama pada fraktur. Metode yang digunakan: penelitian kuantitatif dengan desain korelatif dan pendekatan cross sectional, dilakukan di SMA Negeri 12 Banda Aceh. Populasi berjumlah 450 siswa dengan menggunakan tabel Cohen didapatkan sampel 114 remaja yang dipilih secara purposive dengan kriteria inklusi usia 17-18 tahun, dan bersedia mengikuti rangkaian intervensi dari awal hingga akhir penelitian ini.  Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pertolongan pertama pada fraktur akibat kecelakaan lalu lintas yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, serta lembar karakteristik usia dan jenis kelamin. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan pada kategori rendah (47,4%). Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan pengetahuan fraktur pada responden (p value 0,005); dan tidak terdapat hubungan antara usia dengan pengetahuan fraktur tidak terdapat berhubungan (p value 0,677). Direkomendasikan penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik gender. 
PENGETAHUAN PEKERJA WISATA TIRTA DALAM MELAKUKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN TENGGELAM Nanda Dhiwarni Putri; Jufrizal Jufrizal; Rahmalia Amni
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4567

Abstract

Tenggelam merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat cedera tidak disengaja, terutama di destinasi wisata tirta. Pengetahuan yang memadai menjadi faktor penting dalam pencegahan dan penanganan insiden tenggelam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan oleh pekerja wisata tirta di Desa Iboih, Kota Sabang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Sampel penelitian adalah 110 pekerja wisata tirta yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil Penelitian menunjukkan 56,4% pekerja wisata tirta memiliki pengetahuan baik. Pekerja wisata tirta diharapkan agar meningkatkan kompetensi dalam melakukan tindakan pertolongan pertama.
Pendidikan Seks Digital Di Indonesia Sebagai Respons Terhadap Krisis Literasi Dan Tantangan Regulasi Menuju Bonus Demografi 2045: Tinjauan Literatur: Digital Sex Education in Indonesia as a Response to the Literacy Crisis and Regulatory Challenges Towards the 2045 Demographic Bonus: A Literature Review Salwa Rifti Annisa; Elfianur; Jufrizal Jufrizal
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 4 No. 3 (2025): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Yayasan Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v4i3.197

Abstract

Latar Belakang: Indonesia berada di titik kritis dengan potensi pertumbuhan demografis terbesar yang diproyeksikan mencapai puncaknya pada tahun 2045. Namun, potensi ini terancam oleh krisis literasi kesehatan reproduksi remaja yang signifikan. Tujuan: Menganalisis efektivitas Pendidikan Seks Digital (DSE) dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku kesehatan reproduksi remaja Indonesia. Metode: Tinjauan sistematis dengan pedoman PRISMA 2020 terhadap 13 studi (2021–2025) dari database terindeks. Hasil: DSE efektif meningkatkan pengetahuan, namun tidak secara konsisten mengubah perilaku. Media digital bersifat paradoksal: sumber disinformasi sekaligus platform edukatif. Implementasi DSE terhambat oleh regulasi yang lemah dan kurangnya integrasi kebijakan. Kesimpulan: DSE merupakan komponen penting, namun perubahan perilaku berkelanjutan memerlukan pendekatan terintegrasi antara platform digital, pendidikan formal, keluarga, dan kebijakan yang mendukung.