Upik Elok Endang Rasmani
Sebelas Maret University

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

HUBUNGAN KECERDASAN LOGIKA MATEMATIKA DENGAN HOTS PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Putri Agustina; Upik Elok Endang Rasmani; Bambang Winarji
Kumara Cendekia Vol 11, No 4 (2023): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i4.64860

Abstract

Perkembangan kecerdasan logika matematika dapat memberikan pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah pada anak. Kemampuan pemecahan masalah menjadi salah satu komponen dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) beriringan dengan kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan membuat keputusan. Kecerdasan logika matematika dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada anak tidak terlepas dari faktor yang mempengaruhi baik internal maupun external. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan logika matematika dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada anak kelompok A usia 4-5 tahun di TK Gugus V Aster Laweyan Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif korelasi dengan sampel penelitian yaitu anak kelompok A di TK Gugus V Aster Laweyan Surakarta berjumlah 95 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan kuisioner capaian perkembangan kecerdasan logika matematika dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) anak yang dibagikan kepada guru kelas. Hasil uji hipotesis korelasi menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,833 sehingga terdapat hubungan yang sangat kuat atau tinggi antara kecerdasan logika matematika dengan Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada anak kelompok A.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG AWAL ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI MEDIA BALOK Windy Naftalia Sutantiyo; Upik Elok Endang Rasmani; Vera Sholeha
Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 2 (2025): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v7i2.101561

Abstract

Penelitian ini membahas tentang meningkatkan kemampuan berhitung awal anak usia 4-5 tahun melalui media balok. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berhitung awal anak usia 4-5 tahun pada salah satu TK di Kelurahan Kerten. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan penelitian tindakan kelas, dengan subjek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun atau setara dengan kelompok A sejumlah 15 anak, yang terdiri dari 10 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah dengan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengamatan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 80% dari sejumlah anak di dalam kelas atau setara dengan 12 anak mendapatkan nilai tuntas. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa melalui media balok mampu meningkatkan kemampuan berhitung awal anak usai 4-5 tahun. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan untuk guru anak usia dini dan penelitian selanjutnya agar menggunakan media konkret, seperti balok, secara sistematis dan berkelanjutan dalam proses pembelajaran berhitung awal. Pendekatan ini dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung perkembangan kognitif anak, khususnya dalam meningkatkan kemampuan berhitung awal anak usia dini.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI MELALUI BERMAIN PERAN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Lusiana Wulandari; Upik Elok Endang Rasmani
Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 3 (2025): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v7i3.110258

Abstract

Penelitian ini dilakukan guna mendukung perkembangan kemampuan anak usia 5 hingga 6 tahun dalam mengenali berbagai bentuk geometri menggunakan penerapan metode bermain peran di TK MTA 1 Surakarta. Metode yang dipergunakan ialah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) selama dua siklus, terdiri atas tiga kali pertemuan. Penelitian menyertakan 16 peserta didik serta menerapkan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan bermain peran mencakup aktivitas simulasi peran (seperti menjadi penjual dan pembeli), kerja sama kelompok, serta menggambar dan membentuk berbagai bentuk geometri dengan bantuan alat dan media. Indikator yang digunakan dalam pembelajaran meliputi kemampuan menunjuk, menyebutkan, menggambar, membentuk, mengidentifikasi persamaan dan perbedaan, serta menjelaskan ciri-ciri bentuk geometri. Hasil penelitian memperlihatkan terdapat perkembangan yang signifikan pada setiap indikator. Tingkat ketuntasan pada setiap indikator menunjukkan peningkatan yang signifikan. Capaian ketuntasan klasikal pada siklus I yaitu 37,5% menjadi 87,5% pada siklus II. Walaupun keseluruhan dari indikator telah mencapai ketuntasan. Meskipun seluruh indikator telah mencapai batas ketuntasan yang ditetapkan, tetapi ada dua peserta didik yang belum menyapai ketuntasan pada salah satu indikator. Maka dibutuhkan rancangan lanjutan dan bimbingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. Berdasarkan temuan tersebut, memperoleh kesimpulan bahwa penerapan kegiatan bermain peran efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 5-6 tahun.
PENGGUNAAN GAME MARBEL KEBIASAAN BAIK UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA 4 – 5 TAHUN Faridah Auliya 'Afifah; Upik Elok Endang Rasmani
Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 2 (2025): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v7i2.105980

Abstract

Kemandrian merupakan salah satu aspek sosial emosional yang mengalami perkembangan. Kemandirian membentuk anak berperilaku berperilaku mandiri tanpa bergantung pada orang lain, memiliki rasa inisiatif, mampu menentukan pilihan, bertanggung jawab, dan dapat mengatasi masalah. Faktanya, tidak semua anak memiliki kemandirian yang berkembang secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemandirian menggunakan permainan marbel kebiasaan baik pada anak usia 4 – 5 tahun. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data yang digunakan berupa triangulasi sumber dan teknik. Penelitian ini menggunakan Teknik analisis data kualitatif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemandirian pada anak menggunakan kebiasaan permainan marbel dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan persentase rata-rata dari pra tindakan sampai dengan siklus 3 semakin meningkat, diantaranya 1) terdapat 100% anak mampu menjaga kebersihan diri sendiri, 2) terdapat 75% anak yang membuang sampah pada tempatnya, 3) terdapat 75% anak yang mengembalikan mainan pada tempatnya setelah digunakan, 4) terdapat 86,11% anak yang mampu makan sendiri, dan 5) terdapat 83,33% anak yang mampu mandi, BAK, dan BAB dengan bantuan. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan permainan marbel kebiasaan baik dapat meningkatkan kemandirian pada anak usia 4 – 5 tahun.
MANAJEMEN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI PAUD Novi Ari Santi; Upik Elok Endang Rasmani; Anjar Fitrianingtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 3 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i3.101562

Abstract

Proses manajemen projek penguatan profil pelajar Pancasila para guru mengalami kesulitan, seperti : kurangnya kompetensi guru, kurangnya pemahaman guru mengenai konsep dan tujuan projek penguatan profil pelajar Pancasila, serta kurangnya pelatihan untuk guru. Selain itu keterbatasan dana anggaran dan alokasi waktu yang tidak terpenuhi sering kali menyebabkan ketidakefektifan pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses manajemen dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, dengan 3 responden yakni:  Kepala Sekolah, guru kelompok A, dan guru kelompok B yang merupakan sumber data primer. Sedangkan sumber data sekunder penelitian ini yaitu dokumen modul projek penguatan profil pelajar Pancasila, Buku Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, dan dokumentasi pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni model analisis Interaktif meliputi : pengumpulan data, kondensasi data, penyanjian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas manajemen projek penguatan profil pelajar Pancasila sangat bergantung pada kesiapan sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu manajemen projek yang terstruktur dapat meningkatkan efektivitas implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila.