Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Monitoring Tangki Air Menggunakan Sensor Waterlevel : Penelitian Laura Gusti Ayunda; Dicky Apdillah; Nurul Fadillah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5155

Abstract

Pengelolaan ketersediaan air dalam tangki penyimpanan masih banyak dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan seperti pemborosan air, keterlambatan pengisian, dan ketidakefisienan dalam proses pemantauan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring tangki air menggunakan sensor water level sebagai solusi pemantauan ketinggian air yang akurat dan real-time. Metode yang digunakan adalah pendekatan eksperimental melalui tahapan perancangan sistem, pemasangan sensor, serta pengujian kinerja dengan membandingkan hasil pembacaan sensor terhadap pengukuran manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem monitoring yang dikembangkan mampu mendeteksi perubahan level air secara stabil dan responsif pada berbagai kondisi pengisian dan pengosongan tangki. Perbandingan hasil pengujian menunjukkan selisih pembacaan sensor terhadap pengukuran manual berada pada rentang 0,2–0,6 cm, yang masih dalam batas toleransi untuk aplikasi monitoring tangki air. Temuan ini mengindikasikan bahwa sensor water level memiliki tingkat akurasi dan keandalan yang baik untuk digunakan sebagai sistem pemantauan. Sistem ini juga memberikan kemudahan penggunaan serta berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan air dengan meminimalkan risiko kekosongan dan pemborosan air. Dengan desain yang sederhana dan aplikatif, sistem monitoring ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif dan berkelanjutan.
PENERAPAN METODE K-MEDOIDS UNTUK PENGELOMPOKAN PRODUKSI KELAPA SAWIT DI KABUPATEN ASAHAN Bambang Irwansyah; Junita Sastri; Annisa Fitriani; Nurul Fadillah; Reno Rahmadiansyah; Apri Afandi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i2.5909

Abstract

Abstract: The oil palm plantation sector is a key pillar of the Asahan Regency economy. However, differences in regional characteristics lead to variations in land area, production, and productivity between sub-districts. This study aims to cluster sub-districts in Asahan Regency based on oil palm production characteristics using the K-Medoids method. Data used comes from the Asahan Regency Agriculture Office, which covers 25 sub-districts with three main variables: mature area (ha), oil palm production (tons), and productivity (tons/ha/year). The clustering process was performed manually using Euclidean distance calculations, with the number of clusters set at three. The results indicate the formation of three main clusters: high, medium, and low production clusters. This grouping is expected to form the basis for more targeted and data-driven development planning for the oil palm plantation sector. Keywords: K-Medoids, Clustering, Oil Palm, Plantation Production, Asahan Regency   Abstrak: Sektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu penopang utama perekonomian Kabupaten Asahan. Namun, perbedaan karakteristik wilayah menyebabkan variasi luas lahan, produksi, dan produktivitas antar kecamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan kecamatan di Kabupaten Asahan berdasarkan karakteristik produksi kelapa sawit menggunakan metode K-Medoids. Data yang digunakan berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Asahan yang mencakup 25 kecamatan dengan tiga variabel utama, yaitu luas tanaman menghasilkan (ha), produksi kelapa sawit (ton), dan produktivitas (ton/ha/tahun). Proses pengelompokan dilakukan secara manual menggunakan perhitungan jarak Euclidean dengan jumlah klaster ditetapkan sebanyak tiga. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya tiga klaster utama, yaitu klaster produksi tinggi, sedang, dan rendah. Pengelompokan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan sektor perkebunan kelapa sawit yang lebih terarah dan berbasis data. Kata Kunci: K-Medoids, Clustering, Kelapa Sawit, Produksi Perkebunan, Kabupaten Asahan