Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Skrining Penyakit Tidak Menular Melalui Program Kerja KKN di Desa Linggajaya Dewi Susilawati; Nadya Agustina; Jans Riva Putri; Julia Nakita; Nazzar Maulana Sidiq; Pandu Teguh Pamungkas; Najma Adisha Ramadhani; Rifqi Achmad
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/r3cnva50

Abstract

Penyakit tidak menular merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas yang memerlukan upaya deteksi dini di masyarakat. Kegiatan ini bertujuan mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup sehat. Pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui kegiatan skrining pada 18 Juli 2026 di Desa Linggajaya yang melibatkan masyarakat usia produktif dan lanjut usia. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, indeks massa tubuh, dan kadar gula darah sewaktu, disertai edukasi mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Sebanyak 100 warga mengikuti kegiatan, dengan 70 orang menjalani pemeriksaan kesehatan. Hasil menunjukkan 34 peserta (48,6%) mengalami hipertensi dan 4 peserta (5,7%) memiliki kadar gula darah sewaktu di atas 200 mg/dL. Faktor risiko yang ditemukan meliputi kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam, rendahnya aktivitas fisik, serta riwayat penyakit dalam keluarga. Selain itu, sebagian warga yang telah didiagnosis hipertensi atau diabetes melitus belum rutin berobat maupun mengonsumsi obat sesuai anjuran. Kegiatan skrining meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kondisi kesehatannya, mendorong deteksi dini, meningkatkan kesadaran terhadap pengendalian faktor risiko, serta memperkuat pemanfaatan pelayanan kesehatan untuk mencegah komplikasi penyakit tidak menular.
PERSPECTIVES OF SCHOLARS AND MEDICAL PERSONNEL ON RECONSTRUCTIVE PLASTIC SURGERY FOR ACCIDENT VICTIMS Dwiki Yoga Saputra; Ira Nur Aeni; Jans Riva Putri; Prima Daya Lestari; Selly Marsellina; Tedi Supriyadi; Akhmad Faozi
Al-Mubin Jurnal Ilmiah Islam
Publisher : Department of Research and Community Service at the Ummul Quro Al-Islami Bogor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/almubin.v8i2.1746

Abstract

This study analyzes the perspectives of ulama and medical personnel on reconstructive plastic surgery for accident victims, focusing on the dimensions of ethics, Islamic law, and medical practice. Through a qualitative case study approach involving in-depth interviews with scholars and medical personnel in Sumedang Regency, this study reveals that reconstructive surgery is permissible in Islam when it aims to restore bodily functions, according to the principles of maslahah (benefit) and emergency (urgent need). Intention (niyyah) is the main determinant of its legal status, where medical treatment for post-accident recovery is considered na effort to maintain health, while aesthetic surgery without medical indications is considered a violation of sharia. The findings show harmonization between sharia principles and medical needs, with scholars emphasizing that restoration of bodily functions is in line with the concept of hifdzun nafs (preservation of the soul) in Islam. From a medical perspective, reconstructive surgery plays a crucial role in holistic recovery-physical, psychological and social-with success rates varying depending on the type of injury. Medical personnel act as mediators between clinical needs and patients’ religious values, especially through empathic communication and informed consent to overcome religious-based resistance. However, societal stigmatization of plastic surgery as na act of “altering God’s creation” remains na obstacle, impacting on victims’ anxiety and trauma