Novalita Tampubolon
Sekolah Tinggi Teologi REAL Batam

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Pembelajaran Mendalam dan Bimbingan Konseling Guru Pak Terhadap Siswa di SMK Negeri 10 Batam: Penelitian Efvi Noyita; Lewis Saleleubaja; Novalita Tampubolon; Jeni Madala Faniriang Hia; Samuel Billy Damanik; Septi Lala; Anita Berutu; Ratmi Kohe; Modesta Thevany
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5355

Abstract

Penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) yang terintegrasi dengan bimbingan konseling berbasis Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, karakter, dan spiritualitas siswa di SMK Negeri 10 Batam. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada masih rendahnya pemahaman mendalam siswa terhadap tujuan pembelajaran, motivasi belajar, serta pengembangan karakter dan kepercayaan diri, khususnya dalam konteks pendidikan kejuruan. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif melalui kegiatan workshop, diskusi interaktif, refleksi, serta konseling kelompok dan individu yang melibatkan 15 siswa dengan pendampingan guru. Evaluasi dilakukan menggunakan angket dan tes pemahaman untuk mengukur aspek kognitif dan afektif peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran mendalam dan bimbingan konseling PAK memberikan dampak positif yang signifikan, ditunjukkan oleh 80% peserta berada pada kategori pemahaman baik hingga sangat baik, meningkatnya keterlibatan aktif siswa, serta tumbuhnya kesadaran belajar, tanggung jawab, dan penghayatan nilai-nilai Kristiani seperti kasih, empati, dan sukacita. Selain itu, peserta mampu mengaitkan materi pembelajaran dengan pengalaman hidup dan konteks kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran mendalam yang terintegrasi dengan bimbingan konseling PAK efektif dalam menciptakan pengalaman belajar yang holistik dan transformatif, serta berpotensi menjadi model pembelajaran alternatif dalam pengembangan pendidikan karakter dan spiritual siswa di SMK.
Edukasi Pengembangan Kepada Guru dalam Kegiatan Meronce untuk Siswa Sekolah Inklusi di Calvary Victory Center : Pengabdian Efvi Noyita; Indah Margaretha Malau; ⁠Lisbet Sitanggang; Dewi Christina; Lewis saleleubaja; Novalita tampubolon
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7896

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada guru mengenai pemanfaatan kegiatan meronce sebagai salah satu strategi pembelajaran bagi siswa di sekolah inklusi Calvary Victory Center. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu penyampaian materi, praktik meronce, serta pendampingan secara langsung kepada guru dan siswa berkebutuhan khusus. Metode yang diterapkan bersifat partisipatif dengan melibatkan guru dan peserta didik secara aktif selama proses kegiatan berlangsung. Evaluasi program dilakukan dengan menggunakan angket berskala Likert yang diberikan kepada 12 orang guru untuk mengetahui tanggapan mereka terhadap pelaksanaan kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi, diperoleh skor 446 dari total skor maksimal 600, dengan persentase sebesar 74,3% yang termasuk dalam kategori baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan meronce memiliki manfaat dalam mendukung perkembangan kemampuan motorik halus, konsentrasi, dan kepercayaan diri siswa berkebutuhan khusus. Selain itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan proses pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan peserta didik dalam lingkungan pendidikan inkl