Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Literasi Syariah: dari Pendidikan Anak Usia Dini Hingga Manajemen Pengelolaan Ekonomi Keluarga Abi Waqqosh; Endri Dores; Mawaddah Warahmah; Nurhasanah Nurhasanah; Milfa Yetty; Juliani Juliani
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v5i2.2951

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan literasi syariah sejak pendidikan anak usia dini hingga pengelolaan ekonomi keluarga di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan partisipasi aktif masyarakat dalam pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar ekonomi Islam seperti kejujuran, keadilan, serta larangan riba dalam kehidupan sehari-hari. Pada tingkat pendidikan anak usia dini, nilai-nilai syariah diperkenalkan melalui metode bermain edukatif, sedangkan bagi orang tua difokuskan pada pengelolaan keuangan rumah tangga berbasis halal dan kegiatan kewirausahaan mikro. Program ini juga mendorong terbentuknya kelompok simpan pinjam tanpa bunga dan peningkatan komunikasi keuangan antaranggota keluarga. Secara umum, kegiatan ini berdampak positif dalam membangun kesadaran spiritual, kemandirian ekonomi, serta solidaritas sosial masyarakat desa. Dengan demikian, literasi syariah terbukti menjadi instrumen penting dalam membentuk keluarga Muslim yang berdaya, beretika, dan sejahtera.
Evaluation of Disciplinary Practices in Shaping Students' Time Discipline: A Case Study of Islamic Education at MTs Al Washliyah 48 Binjai Mita Dwi Amanda; Nurhasanah Nurhasanah
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i1.685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan hukuman dalam membentuk disiplin waktu siswa di MTs Al Washliyah 48 Binjai. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang melibatkan observasi, wawancara dengan guru, kepala sekolah, dan siswa, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukuman seperti tugas tambahan dan kerja bakti memberikan dampak positif dalam memperbaiki disiplin waktu siswa, dengan mayoritas guru dan kepala sekolah menilai hukuman tersebut cukup efektif. Namun, beberapa siswa merasa bahwa tugas tambahan tidak terlalu mempengaruhi mereka, yang mengindikasikan adanya perbedaan respons terhadap jenis hukuman yang diterapkan. Peringatan lisan, meskipun sering digunakan, juga menunjukkan hasil yang bervariasi. Beberapa siswa merasa bahwa peringatan lisan tidak cukup efektif dalam mengubah perilaku mereka, meskipun guru dan kepala sekolah melihatnya sebagai langkah preventif yang baik. Penelitian ini juga menunjukkan adanya perubahan dalam kebijakan disiplin di MTs Al Washliyah 48 Binjai, dari hukuman fisik ke pendekatan non-kekerasan yang lebih mendidik dan berbasis pada prinsip pendidikan Islam. Temuan ini mendukung pandangan bahwa pendidikan Islam harus berfokus pada pembinaan karakter siswa melalui hukuman yang bersifat mendidik. Secara keseluruhan, penelitian ini menyarankan agar kebijakan disiplin di MTs Al Washliyah 48 Binjai terus disesuaikan dengan karakter siswa untuk mencapai hasil yang lebih efektif dalam membentuk disiplin waktu siswa. Kata Kunci: Hukuman, Disiplin, Siswa, Pendidikan Islam, MTs Al Washliyah Abstract This study aims to evaluate the application of punishment in shaping student time discipline at MTs Al Washliyah 48 Binjai. The research method used is a qualitative approach with a case study design, which involves observation, interviews with teachers, principals, and students, as well as documentation studies. The results of the study show that punishments such as additional assignments and community service have a positive impact on improving student time discipline, with the majority of teachers and principals considering these punishments to be quite effective. However, some students feel that additional assignments do not really affect them, indicating differences in response to the types of punishment applied. Verbal warnings, although frequently used, also showed varying results. Some students felt that verbal warnings were not effective enough in changing their behavior, even though teachers and principals saw them as a good preventive measure. This study also showed a change in disciplinary policy at MTs Al Washliyah 48 Binjai, from physical punishment to a more educational, non-violent approach based on Islamic educational principles. These findings support the view that Islamic education should focus on character building through educational punishments. Overall, this study suggests that disciplinary policies at MTs Al Washliyah 48 Binjai should continue to be adapted to the character of students in order to achieve more effective results in shaping student discipline. Keywords: Punishment, Discipline, Students, Islamic Education, MTs Al Washliyah
Implementation of Contextual Teaching and Learning in the Formation of Student Discipline in Islamic Religious Education: A Case Study of Grade X Students at SMA Negeri 1 Kuala Syahri Fatul Ulya; Nurhasanah Nurhasanah
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.740

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta menjelaskan bagaimana model tersebut mendukung pembentukan perilaku disiplin siswa. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif di kelas X SMA Negeri 1 Kuala. Informan terdiri atas 3 guru PAI dan 122 siswa kelas X yang dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran PAI dan relevansinya dengan fokus kedisiplinan. Data dikumpulkan melalui observasi kelas selama 8 kali wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi berupa catatan kehadiran, tugas, tata tertib kelas, serta dokumen pembelajaran. Data dianalisis melalui proses kondensasi data, penyajian data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa CTL diterapkan melalui pengaitan materi PAI dengan pengalaman keseharian siswa, diskusi kasus, kerja kelompok, pemodelan perilaku, refleksi nilai, dan penilaian autentik. Model ini mendukung pembentukan kedisiplinan melalui lima mekanisme pedagogis, yaitu relevansi pengalaman nyata, keterlibatan aktif siswa, kesadaran nilai, praktik tanggung jawab, dan pembiasaan perilaku. Studi ini tidak dimaksudkan untuk membuktikan pengaruh kausal CTL, melainkan menjelaskan proses pedagogis yang memungkinkan nilai disiplin diinternalisasi dalam pembelajaran PAI. Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning; Kedisiplinan Siswa; Pendidikan Agama Islam; Pendidikan Karakter; Studi Kualitatif Abstract This study explores the implementation of Contextual Teaching and Learning (CTL) in Islamic Religious Education and explains how this model supports the formation of students’ disciplinary behavior. A qualitative case-study design was employed in grade X of SMA Negeri 1 Kuala. The participants consisted of 3 Islamic Religious Education teacher(s) and 122 grade-X students selected through purposive sampling based on their involvement in Islamic Religious Education learning and their relevance to the focus on discipline. Data were collected through classroom observations during 8, semi-structured interviews, and documentation, including attendance records, assignments, classroom rules, and learning documents. The data were analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing/verification. The findings indicate that CTL was implemented by connecting Islamic Religious Education materials with students’ daily experiences, case discussions, group work, behavioral modeling, value reflection, and authentic assessment. The model supports discipline formation through five pedagogical mechanisms: real-life relevance, active student engagement, value awareness, responsible practice, and behavioral habituation. Rather than claiming a causal effect, this study contributes to explaining the pedagogical process through which discipline values are internalized in Islamic Religious Education learning. Keywords: Contextual Teaching and Learning; Student Discipline; Islamic Religious Education; Character Education; Qualitative Study