Khairani Sakdiah
Institut Jam’iyah Mahmudiyah Langkat, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan Laporan Keuangan Bagi Pendamping UMKM Khairani Sakdiah; Sri Wahyuni; Melisa Melisa
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v6i1.3329

Abstract

UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian, namun banyak pelaku usaha masih mengalami kendala dalam pencatatan dan pengelolaan keuangan karena rendahnya pemahaman akuntansi. Hal ini menyebabkan laporan keuangan tidak tersusun dengan baik dan menyulitkan akses pembiayaan. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan serta pemanfaatan aplikasi digital seperti Si APIK untuk membantu UMKM melakukan pencatatan keuangan secara lebih tertib dan sesuai standar. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pelatihan dan pendampingan kepada pengelola UMKM. Pengelolaan keuangan yang baik penting bagi keberlanjutan UMKM, namun banyak pelaku usaha masih memiliki keterbatasan dalam literasi akuntansi dan pencatatan keuangan. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi akuntansi berbasis SAK EMKM untuk membantu pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, serta pengelolaan arus kas. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman dan kemampuan UMKM dalam mengelola keuangan secara lebih tertib, transparan, dan berbasis teknologi.
Peran Literasi Keuangan dan Financial Technology Syariah dalam Mendorong Inklusi Keuangan Pada Pelaku UMKM Khairani Sakdiah; Azhar Azhar; Lisya Amanda
Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 6 Nomor 2 Mei 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jpspr.v6i2.3693

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran literasi keuangan dan financial technology (fintech) syariah dalam mendorong inklusi keuangan pelaku UMKM. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap produk keuangan syariah, sedangkan fintech syariah memperluas akses transaksi dan layanan keuangan digital. Hambatan yang ditemukan meliputi rendahnya pemanfaatan pembiayaan digital dan fenomena ketertinggalan budaya (culture lag). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi keuangan dan pengembangan ekosistem fintech syariah menjadi strategi penting dalam meningkatkan inklusi keuangan UMKM.
Edukasi Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Fintech Syariah Dalam Mendorong Inklusi Keuangan Pelaku UMKM Khairani Sakdiah; Diyan Yusri; Lisya Amand
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 2 Agustus 2026
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v8i2.3137

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Besilam, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, memiliki potensi pasar yang besar sebagai kawasan wisata religi. Namun, keberlanjutan bisnis para pelaku usaha masih terhambat oleh pengelolaan keuangan tradisional, belum terpisahkannya kas usaha dan pribadi, minimnya pemahaman akad keuangan syariah, serta fenomena culture lag dalam mengadopsi teknologi keuangan digital. Permasalahan ini menyebabkan mayoritas pelaku usaha tergolong unbankable dan rentan terjerat pinjaman informal atau rentenir. Untuk mengatasinya, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan syariah, mengakselerasi digitalisasi transaksi melalui fintech syariah, serta memperluas aksesibilitas pembiayaan formal bagi pelaku UMKM. Metode pelaksanaan PkM menerapkan Kerangka Solusi Terpadu Tiga Pilar dengan pendekatan hands-on mentoring yang mencakup lokakarya pencatatan keuangan, pendampingan digital onboarding (QRIS, e-wallet, dan aplikasi kasir berbasis Android), pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) via OSS, edukasi keamanan siber, hingga fasilitasi business matching. Hasil pelaksanaan PkM menunjukkan dampak transformatif yang signifikan terhadap pemahaman dan perilaku bisnis mitra. Literasi keuangan syariah masyarakat mengalami peningkatan hingga 85%, di mana para pelaku UMKM kini disiplin memisahkan kas usaha dan rumah tangga serta mampu menghitung keuntungan bersih secara akurat. Selain itu, adopsi teknologi berjalan optimal dengan 80% mitra aktif memanfaatkan sistem pembayaran non-tunai QRIS/dompet digital syariah dan 65% mampu mengoperasikan aplikasi kasir digital untuk membangun digital credit footprint. Kepemilikan NIB dan pembukuan digital secara nyata meningkatkan status bankability mitra untuk mengakses pembiayaan syariah resmi berizin OJK. Keberlanjutan program ini diperkuat dengan dibentuknya "Kader Digital Desa" sebagai peer mentor lokal, yang berkontribusi langsung pada peningkatan inklusi keuangan syariah serta perlindungan masyarakat dari jeratan pinjaman online ilegal dan rentenir.