Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Pototipe Sistem Monitoring Level Air Berbasis NodeMCU Asman Ahmad; Adriani; Andi Halik Lateko; Sahabuddin Latif
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/m70fp109

Abstract

ABSTRAK: Sistem Penelitian ini menyajikan pengembangan prototipe sistem pemantauan ketinggian air berbasis NodeMCU V3 dan sensor ultrasonik yang terintegrasi dengan platform Blynk IoT untuk pemantauan secara real-time. Sistem ini dirancang untuk mengatasi ketidakefisienan sistem monitoring manual di wilayah rawan banjir dengan menyediakan data ketinggian air secara akurat dan peringatan langsung melalui aplikasi seluler. NodeMCU V3 dipilih karena desainnya yang ringkas, biaya rendah, dan konektivitas Wi-Fi yang terintegrasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memantau level air dengan akurasi tinggi (±1 cm) dan mengirimkan peringatan dalam hitungan detik ketika ambang batas terlampaui. Selain itu, sistem beroperasi secara andal selama masa uji coba dua minggu berturut-turut dengan tingkat ketersediaan (uptime) di atas 95%. Meskipun sistem ini menawarkan sejumlah keunggulan seperti biaya implementasi rendah dan kemudahan integrasi, terdapat keterbatasan berupa ketergantungan pada koneksi internet yang stabil serta kebutuhan pemeliharaan berkala. Penelitian ini memberikan kontribusi pada bidang teknik lingkungan dengan menyediakan alat monitoring berbasis IoT yang skalabel dan mudah diakses. Pengembangan lanjutan dapat mencakup integrasi sensor tambahan dan fitur kendali otomatis untuk mendukung manajemen sumber daya air yang lebih adaptif.KATA KUNCIPemantauan Level Air, NodeMCU V3, Sensor Ultrasonik, Blynk, Sistem IoT. ABSTRACT: This study presents the development of a water level monitoring system prototype based on NodeMCU V3 and ultrasonic sensors, integrated with the Blynk IoT platform for real-time monitoring. Designed to address the inefficiency of manual monitoring systems in flood-prone regions, the system provides accurate, real-time water level data and immediate alerts via a mobile application. The NodeMCU V3 was selected for its compact design, low cost, and integrated Wi-Fi connectivity. The testing phase demonstrated that the system could monitor water levels with high accuracy (±1 cm) and deliver alerts within seconds when thresholds were exceeded. Furthermore, the system operated reliably over a continuous two-week trial, with a system uptime above 95%. While the system offers key benefits such as low implementation cost and ease of integration, limitations include dependency on stable internet connectivity and the need for periodic maintenance. This work contributes to the field of environmental engineering by providing a scalable and accessible IoT-based monitoring tool. Future developments may include integration with additional sensors and control features to support automated water resource management. Keywords:Water level monitoring, NodeMCU V3, ultrasonic sensor, IoT, Blynk.
Desain Rumah Sakit Kanker Berbasis Healing Environment sebagai Pendekatan Arsitektur Humanis di Kota Makassar Taufik Mansyur; Sahabuddin Latif; A. Syahriyunita Syahruddin; Citra Amalia Amal; Siti Fuadillah Alhumairah Amin; Nurhikmah Paddiyatu
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kt42nm82

Abstract

ABSTRAK: Rumah sakit khusus kanker karsinoma di Kota Makassar merupakan bangunan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker di Kota Makassar. Tingginya angka kejadian kanker karsinoma di Kota Makassar dan terbatasnya fasilitas khusus yang menangani kasus penyakit ini. Tujuan dari penelitian ini adalah terciptanya rumah sakit khusus kanker karsinoma yang menerapkan pendekatan Healing Environment untuk meningkatkan kualitas hidup terhadap pasien, menciptakan lingkungan yang tenang, nyaman, serta mendukung proses penyembuhan. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur dan analisis kebutuhan pasien, mencari data pasien yang terkait dengan kanker karsinoma sebelumnya dengan rentang waktu lima tahun dan menghitung jumlah pengguna rumah sakit ke depannya. Hasil dari penelitian ini adalah terciptanya sebuah desain rumah sakit yang memadukan elemen-elemen Healing Environment, seperti taman interior dan eksterior, pencahayaan alami, serta teknologi yang mendukung proses penyembuhan dan pengobatan. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien, menyediakan fasilitas pengobatan yang memadai, dan menjadi contoh bagi rumah sakit lain dalam menerapkan pendekatan Healing Environment. Kata Kunci: Rumah Sakit Kanker, Healing Environment, Kanker Karsinoma, Kota Makassar. ABSTRACT: The cancer carcinoma specialized hospital in Makassar City is a building designed to improve the quality of life for cancer patients in Makassar City. The high incidence rate of carcinoma cancer in Makassar City and the limited specialized facilities addressing this disease are the main concerns. The aim of this research is to create a specialized carcinoma cancer hospital that applies the Healing Environment approach to enhance the quality of life for patients, creating a calm, comfortable environment that supports the healing process. The research methods used include literature study and patient needs analysis, gathering data on patients related to carcinoma cancer from the previous five years, and estimating the future number of hospital users. The result of this study is the creation of a hospital design that integrates elements of Healing Environment, such as interior and exterior gardens, natural lighting, and technology that supports the healing and treatment process. This research is expected to improve the quality of life for patients, provide adequate treatment facilities, and serve as a model for other hospitals in implementing the Healing Environment approach. Keyworsds: Cancer Hospital, Healing Environment, Cancer Carcinoma, Makassar City.  
Sekolah Luar Biasa Berbasis Universal Design sebagai Model Pendidikan Inklusif di Perkotaan Indonesia Sri Nindy Welisfa; Sahabuddin Latif; Nurhikmah Paddiyatu; Andi Syahriyunita Syahruddin; Citra Amalia Amal; Siti Fuadillah Alhumairah Amin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/hwwd3269

Abstract

ABSTRAKPendidikan inklusif tidak hanya membutuhkan kebijakan dan pendekatan pedagogis yang mendukung, tetapi juga lingkungan fisik yang mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas. Kota Makassar memiliki jumlah penyandang disabilitas yang relatif tinggi, namun ketersediaan Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan fasilitas yang inklusif dan memadai masih terbatas. Penelitian ini bertujuan merumuskan perancangan Sekolah Luar Biasa di Kota Makassar dengan pendekatan Universal Design untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, mudah diakses, dan mendukung kemandirian seluruh pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan perancangan berbasis riset dengan mengintegrasikan analisis tapak, pengumpulan data berbasis pengguna, kajian literatur, dan studi preseden. Analisis difokuskan pada kebutuhan ruang, zonasi, sirkulasi, bentuk bangunan, serta sistem aksesibilitas guna mendukung prinsip inklusivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip Universal Design—meliputi akses bebas hambatan, fleksibilitas ruang, sirkulasi yang intuitif, dan fasilitas pelengkap yang inklusif—mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, kemandirian, dan partisipasi sosial siswa berkebutuhan khusus. Studi ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengembangan arsitektur pendidikan inklusif serta dapat menjadi acuan perancangan SLB di konteks perkotaan Indonesia. Kata Kunci: Universal Design; Sekolah Luar Biasa; Arsitektur Inklusif; Fasilitas Pendidikan; Disabilitas ABSTRACTInclusive education requires not only supportive policies and pedagogical approaches but also a built environment that accommodates the diverse needs of students with disabilities. Makassar City has a relatively high number of people with disabilities, while the availability of Special Needs Schools (Sekolah Luar Biasa/SLB) with inclusive and adequate facilities remains limited. This study aims to develop a design proposal for a Special Needs School in Makassar based on Universal Design principles to create a safe, accessible, and supportive learning environment for all users. The research adopts a design-based methodology integrating site analysis, user-based data collection, literature review, and precedent studies. Analyses focus on spatial requirements, zoning, circulation, building form, and accessibility systems to ensure inclusivity and independence for students with diverse disabilities. The results demonstrate that the application of Universal Design principles—such as barrier-free access, flexible spaces, intuitive circulation, and inclusive supporting facilities—can significantly enhance learning quality, independence, and social participation among students with disabilities. This study contributes to the discourse on inclusive educational architecture by providing a contextual design framework for Special Needs Schools in urban Indonesian settings and offers insights for future educational facility planning and policy development. Keyworsds: Universal Design; Special Needs School; Inclusive Architecture; Educational Facilities; Disability