Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Tegangan Elektron Sem Tipe Coxem Em-30axn Terhadap Analisis Komposisi Unsur Permukaan Sampel Stainless Steel SS136: Penelitian La Boi; Muhammad Arohman
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5630

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi akurasi dan presisi pengukuran komposisi unsur menggunakan teknik Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (EDS) pada variasi tegangan elektron (15–20 kV) dalam Scanning Electron Microscope (SEM), dengan menjadikan hasil X-ray Fluorescence (XRF) sebagai acuan pembanding. Sampel SS136 dianalisis untuk mengetahui pengaruh perubahan tegangan terhadap performa EDS, baik dari segi deviasi antar titik pengukuran maupun kesesuaiannya dengan data XRF. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan tegangan elektron menghasilkan perbaikan signifikansi dalam resolusi morfologi serta kualitas data EDS. Tegangan 20 kV memberikan hasil EDS yang paling mendekati nilai XRF, dengan standar deviasi antar titik paling kecil (Fe: 0,20%). Sebaliknya, tegangan 15 kV menunjukkan deviasi yang tinggi dan akurasi lebih rendah, sehingga kurang ideal untuk karakterisasi kuantitatif material logam. Temuan ini sejalan dengan teori interaksi elektron dalam SEM, dimana tegangan tinggi meningkatkan efektifitas, memperkuat sinyal karakteristik, dan mengurangi aberasi. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan tegangantinggi, khususnya 20 kV, direkomendasikan untuk analisis EDS berbasis SEM pada material konduktif seperti baja tahan karat. Selain itu, pendekatan multi-teknik menggunakan kombinasi XRF dan EDS terbukti efektif untuk validasi silang hasil analisis, yang penting dalam riset dan kontrol mutu material teknik.
Community Service Through Science Practicum Guidance for SD IT Insantama Kendari, Southeast Sulawesi at the Integrated Laboratory Unit, Halu Oleo University Sapto Raharjo; Lina Lestari Lestari; Muhamad Alim Marhadi; Yacobus Yulianto Dalanga; Sarman; Muhammad Arohman; Apriansa
Majalah Pengabdian Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Teras Kampus as a member of PT Palem Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69616/maindo.v3i1.560

Abstract

A magnet practicum mentoring activity for fifth-grade students of SD IT Insantama Kendari was conducted on 29 October 2025 at the Integrated Laboratory Unit of Halu Oleo University. The program was initiated to provide hands-on science learning in response to the school’s lack of laboratory facilities, which limits opportunities for practical experimentation. Eighteen students participated in three structured activities: identifying types of magnets, assembling a simple electric motor, and observing a flying ring demonstration. Learning was facilitated through demonstrations, guided discussions, and student-led experiments. The activity resulted in notable improvements in students’ conceptual understanding of magnetism, motivation to learn, and engagement during experimental tasks. The outcomes indicate that laboratory-based practicum activities significantly enhance meaningful science learning and contribute to strengthening scientific literacy among elementary students. Continued collaboration between schools and universities is recommended to ensure the sustainability of similar programs.