Fajar, Mochammad Fajar Efendi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengaruh Bukaan terhadap Performa Pencahayaan Alami dan Konsumsi Energi Tahunan Berbasis Building Information Modelling Fajar, Mochammad Fajar Efendi; Indradi Wijatmiko; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor bangunan menyumbang sekitar 32% konsumsi energi global dan di Indonesia berkontribusi hingga 50% dari total penggunaan energi nasional, sementara rasio bukaan jendela terhadap dinding (Window-to-Wall Ratio/WWR) berperan ganda dalam memasukkan cahaya alami sekaligus menambah beban panas matahari pada bangunan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi desain bukaan terhadap performa pencahayaan alami, kondisi termal, dan konsumsi energi tahunan pada Gedung B Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya melalui pendekatan Building Information Modelling (BIM) yang mengintegrasikan simulasi pencahayaan pada Autodesk Revit dan simulasi energi pada Autodesk Insight, mengacu pada SNI 6197:2020 tentang Konservasi Energi pada Sistem Pencahayaan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa desain eksisting hanya memenuhi ambang minimum pencahayaan alami pada 15% dari total luas bangunan. Desain alternatif berupa penambahan bukaan jendela pada sisi timur, selatan, dan utara serta pemasangan Solar Tube pada aula lantai 6 meningkatkan capaian tersebut menjadi 20%. Pengukuran suhu pada kondisi eksisting menunjukkan bahwa sebagian ruang operasional telah melampaui ambang kenyamanan termal 27,1°C (SNI 03-6572-2001) sejak pagi hari. Konsumsi energi tahunan desain alternatif tercatat sebesar 498,96 kWh/m²/tahun, lebih rendah dibandingkan desain eksisting sebesar 508,02 kWh/m²/tahun, dengan penghematan 9,06 kWh/m²/tahun pada komponen pencahayaan meskipun beban pendinginan meningkat 4,843 kWh/m²/tahun. Analisis kelayakan ekonomi menunjukkan bahwa skenario modifikasi bukaan jendela membutuhkan investasi Rp138.307.709,12 dengan penghematan Rp5.184.429,71 per tahun dan payback period 26 tahun 8 bulan 5 hari, dengan Lantai 1 (BCR 1,30) dan Lantai 6 (BCR 1,10) dinyatakan layak. Skenario tambahan Solar Tube membutuhkan investasi Rp197.260.590,91 dengan payback period 27 tahun 3 bulan 11 hari, namun hanya Lantai 1 yang tetap layak secara ekonomi.   Kata Kunci: Window-to-Wall Ratio (WWR), pencahayaan alami, konsumsi energi, Building Information Modelling (BIM), Autodesk Revit, Autodesk Insight, kelayakan ekonomi