Mawardi Mawardi
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SKEMA AKTAN DAN STRUKTUR FUNGSIONAL DALAM NOVEL SA'ATU AL-BAGHDAD KARYA SHAHAD AL-RAWI (KAJIAN SEMIOTIKA NARATIF A. J. GREIMAS) Alissa Fariztina; Mawardi Mawardi; Irfan Addriadi
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ihya.v11i2.24616

Abstract

War and collective trauma often appear in modern Arabic literature, especially in works that reflect the socio-political conditions in the Arab world. Shahad al-Rawi's novel Sa'atu al-Baghdad depicts childhood experiences in Baghdad during war, embargo, and destruction. The narrative of this novel is not only built from the story, but also from the structure and complex relationships between characters. This study aims to analyze the narrative structure of the novel using A. J. Greimas' narrative semiotics approach, especially the actant scheme and functional structure. The method used is qualitative-descriptive with reading and note-taking techniques. The results of the study show that the main character acts as a subject who is driven by past memories to find the meaning of life. The relationship between actants such as family, friends, and lovers acts as supporters, while war and trauma act as opponents that strengthen the dynamics of the story. The functional structure describes the psychological transformation of the main character from an initial peaceful situation, experiencing an existential crisis, to achieving inner stability. Greimas' narrative semiotic theory successfully reveals the depth of the story structure and meaning of this novel. This study contributes to the narrative analysis of modern Arabic novels by applying Greimas' semiotic model, which has never been used before in this literary text.
HEGEMONI KEKUASAAN DALAM NOVEL QOLBU AL-LAIL KARYA NAGUIB MAHFOUZ: ANALISIS ANTONIO GRAMSCI Lucky Marantika; Mawardi Mawardi; Yadi Mardiansyah
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i3.4519

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hegemoni kekuasaan dalam novel Qolbu Al-Lail karya Naguib Mahfouz menggunakan perspektif teori hegemoni Antonio Gramsci. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pandangan bahwa kekuasaan dalam karya sastra tidak selalu hadir melalui dominasi yang bersifat represif, tetapi juga bekerja melalui mekanisme persetujuan (consent) yang membentuk kesadaran tokoh melalui nilai, norma, dan ideologi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data penelitian berupa novel Qolbu Al-Lail, sedangkan data penelitian berupa narasi dan dialog yang merepresentasikan relasi kuasa antartokoh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak yang terdiri dari baca dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik hegemoni dalam novel lebih dominan berlangsung melalui mekanisme persetujuan daripada paksaan. Kekuasaan direpresentasikan melalui kepemimpinan moral-intelektual, legitimasi nilai-nilai agama, relasi keluarga, praktik birokrasi, serta konstruksi budaya yang membentuk common sense masyarakat. Tokoh-tokoh yang memiliki otoritas menjalankan fungsi sebagai traditional intellectual yang mereproduksi ideologi dominan melalui institusi keluarga, agama, dan masyarakat sipil (civil society). Sementara itu, counter-hegemony muncul secara terbatas melalui kesadaran kritis tokoh utama terhadap berbagai bentuk dominasi yang dialaminya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Qolbu Al-Lail merepresentasikan hegemoni sebagai praktik kekuasaan yang bekerja secara moral, kultural, dan diskursif melalui proses produksi serta reproduksi ideologi dalam kehidupan sosial. Temuan penelitian ini memperkuat relevansi teori hegemoni Antonio Gramsci dalam kajian sosiologi sastra sekaligus menunjukkan bahwa karya sastra merupakan arena negosiasi ideologi antara dominasi dan perlawanan.