Lucky Marantika
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HEGEMONI KEKUASAAN DALAM NOVEL QOLBU AL-LAIL KARYA NAGUIB MAHFOUZ: ANALISIS ANTONIO GRAMSCI Lucky Marantika; Mawardi Mawardi; Yadi Mardiansyah
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i3.4519

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hegemoni kekuasaan dalam novel Qolbu Al-Lail karya Naguib Mahfouz menggunakan perspektif teori hegemoni Antonio Gramsci. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pandangan bahwa kekuasaan dalam karya sastra tidak selalu hadir melalui dominasi yang bersifat represif, tetapi juga bekerja melalui mekanisme persetujuan (consent) yang membentuk kesadaran tokoh melalui nilai, norma, dan ideologi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data penelitian berupa novel Qolbu Al-Lail, sedangkan data penelitian berupa narasi dan dialog yang merepresentasikan relasi kuasa antartokoh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak yang terdiri dari baca dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik hegemoni dalam novel lebih dominan berlangsung melalui mekanisme persetujuan daripada paksaan. Kekuasaan direpresentasikan melalui kepemimpinan moral-intelektual, legitimasi nilai-nilai agama, relasi keluarga, praktik birokrasi, serta konstruksi budaya yang membentuk common sense masyarakat. Tokoh-tokoh yang memiliki otoritas menjalankan fungsi sebagai traditional intellectual yang mereproduksi ideologi dominan melalui institusi keluarga, agama, dan masyarakat sipil (civil society). Sementara itu, counter-hegemony muncul secara terbatas melalui kesadaran kritis tokoh utama terhadap berbagai bentuk dominasi yang dialaminya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Qolbu Al-Lail merepresentasikan hegemoni sebagai praktik kekuasaan yang bekerja secara moral, kultural, dan diskursif melalui proses produksi serta reproduksi ideologi dalam kehidupan sosial. Temuan penelitian ini memperkuat relevansi teori hegemoni Antonio Gramsci dalam kajian sosiologi sastra sekaligus menunjukkan bahwa karya sastra merupakan arena negosiasi ideologi antara dominasi dan perlawanan.