Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tinjauan Konsep Value Co-creation dalam ITIL-4: Pergeseran Paradigma dari Penyerahan Layanan ke Penciptaan Nilai Bersama Aan Ansen Andryadi; Ridwan Zulkifli; Ade Hilman; Eva Nurholifah; Gina Pertiwi; Muhamad Rayhan Fadillah; Surya Padli
Media Informatika Vol 25 No 2 (2026)
Publisher : P3M STMIK LIKMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37595/mediainfo.v25i2.526

Abstract

Dalam era disrupsi digital, manajemen layanan teknologi informasi (ITSM) diharapkan mampu memberikan nilai yang berkelanjutan, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan bisnis. Namun, pada kenyataannya, masih banyak organisasi yang terjebak pada paradigma tradisional yang kaku dan berpusat pada penyedia layanan (provider-centric), di mana pengguna hanya diposisikan sebagai penerima pasif. Hal ini memunculkan kesenjangan antara praktik penyampaian layanan konvensional dengan tuntutan kolaborasi aktif yang krusial di masa kini. Menjawab permasalahan tersebut, kerangka kerja ITIL 4 hadir dengan pergeseran paradigma yang berfokus pada konsep value co-creation (penciptaan nilai bersama). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji landasan teoritis dan menganalisis pergeseran paradigma dari service delivery menuju value co-creation tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Proses pengumpulan dan sintesis data dibantu menggunakan tools basis data akademik, yaitu Google Scholar, IEEE Xplore, dan ScienceDirect, dengan fokus pada literatur ilmiah yang diterbitkan dalam kurun waktu 2020 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ITIL 4—yang dijiwai oleh teori Service-Dominant Logic (S-D Logic)— berhasil mengubah peran pengguna menjadi mitra kolaboratif yang aktif. Melalui komponen Service Value System (SVS) dan Service Value Chain (SVC), ITIL 4 terbukti mampu mengintegrasikan seluruh pemangku kepentingan untuk berfokus pada pencapaian outcome bisnis, bukan sekadar output teknis. Kesimpulannya, transisi menuju value co-creation merupakan sebuah transformasi budaya manajerial fundamental yang memungkinkan organisasi TI menjadi lebih tangkas, responsif, dan berorientasi pada pelanggan, sehingga nilai layanan yang dihasilkan menjadi jauh lebih optimal.
Penguatan Ekonomi Produktif dan Literasi Digital Masyarakat melalui KKN Berbasis Asset-Based Community Development (ABCD) di Desa Cimekar Kresna Lutfiansyah; Annisa Aulia; Syafira Aulia; Sandi Irawan; Ade Hilman; Salma Nurzakia; Khaterine Febriani; Ananda Salsabila; Indra Permana; Lisna Gianti
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13578

Abstract

Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, memiliki aset ekonomi produktif berupa UMKM sablon, keripik pisang, gagang pacul, dan konveksi. Namun, pemanfaatan aset tersebut masih menghadapi keterbatasan pemasaran digital, khususnya pada UMKM Sablon Badjoe yang sebelumnya mengandalkan relasi pelanggan dan promosi dari mulut ke mulut. Kerentanan juga muncul pada aspek sosial digital, yaitu kebutuhan masyarakat untuk memperkuat kemampuan menyaring informasi, melindungi data pribadi, mengelola penggunaan gawai, serta mengenali risiko transaksi digital eksploitatif. Kegiatan ini bertujuan memperkuat ekonomi produktif dan ketahanan sosial digital masyarakat melalui KKN berbasis Asset-Based Community Development (ABCD). Metode dilaksanakan dengan pendekatan Living Lab melalui tahapan pemetaan aset kolektif, koordinasi dan ko-desain program bersama masyarakat, pendampingan, refleksi, serta evaluasi awal. Implementasi mencakup kunjungan dan pendampingan UMKM, optimalisasi Instagram, pembuatan website katalog Sablon Badjoe, serta program literasi digital “Saring Sebelum Sharing” yang terintegrasi dengan kegiatan sosial dan pendidikan masyarakat. Capaian intervensi berupa tersedianya kanal promosi digital dan website katalog sebagai media informasi serta pemesanan awal bagi UMKM mitra, disertai penguatan materi keamanan data, verifikasi informasi, pengasuhan digital, dan kewaspadaan terhadap desain antarmuka manipulatif. Hasil masih berupa luaran awal dan belum digunakan untuk mengklaim peningkatan pendapatan atau literasi secara statistik. Rekomendasi kebijakan diarahkan pada pembentukan Program Desa Cimekar Tangguh Digital dan Produktif melalui Pojok UMKM Digital, Kelas Keluarga Tangguh Digital, dan pemantauan indikator agregat berbasis desa sebagai embrio actionable policy brief bagi Komdigi.