Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Development of CapCut Assisted Learning Video Media on Blood Circulatory System Material at MAN Tapanuli Selatan Anggun Winda Sari Harahap; Almira Amir; Misahradarsi Dongoran
Bioedunis Journal Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : UIN Syekh Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bioedunis.v4i2.18845

Abstract

The research is motivated by the suboptimal use of video learning media, which does not meet the need for engaging, easily understandable, and relevant learning media that align with the current visual and digital learning habits of students. The learning media used are still not optimal, resulting in low student learning outcomes. This research was conducted with the aim of developing valid, practical, and effective learning video media using the CapCut application on the topic of the human circulatory system for 11th-grade students. The method used in this research is development research (RD) with the ADDIE model, which includes five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The subjects in this study were 30 students from class XI-7 for the 2024/2025 academic year. The data collection instrument was in the form of validation questionnaires from media, material, and language experts. The questionnaire measuring practicality was distributed to biology teachers and students, while the effectiveness was measured using a pretest-posttest. Data were analyzed descriptively using both quantitative and qualitative methods. The research results show that the developed video media has a validity level from media experts of 98.08% (very valid category), material experts of 92.5% (very valid category), and language experts of 100% (very valid category). Additionally, the response from teachers was 89.58% and the response from students was 93.5% (very practical category). The results of the effectiveness test using student test scores showed a pretest percentage of 67.26% and a posttest percentage of 84.6%. To see theimprovement in student learning outcomes, the N-Gain was calculated with a percentage of 50.99%, categorized as quite effective. Therefore, this CapCut-based learning video media can be used as an effective alternative media in the Biology learning process, especially on the topic of the human circulatory system.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM SARAF MANUSIA Devi Masittah Sigalingging; Fery Kurniawan; Misahradarsi Dongoran
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 1 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i1.25-31

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menyumbangkan pengetahuan baru, kontribusi penelitian ini diharapkan dapat menambah pemahaman kita tentang faktor-faktor yang memengaruhi kesulitan belajar dalam konteks materi ilmiah tertentu, seperti sistem saraf manusia. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Instrument penelitian ini observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu banyak istilah ilmiah yang rumit, kurangnya media pembelajaran yang menarik. Siswa kesulitan memahami mekanisme penghantaran implus, siswa kesulitan dalam memahami konsep materi sistem saraf manusia, kesulitan menerapkan pengetahuan. Kesulitan belajar ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu rumitnya materi sistem saraf manusia, minat dan motivasi siswa rendah, intelegensi yang dimiliki siswa kurang, gaya belajar yang tidak sesuai, kurangnya media pendukung, kebiasaan belajar siswa, alokasi yang diberikan minim, tidak adanya tutor teman sebaya, kesibukan guru sebagai wakil kepala sekolah menyebabkan guru jarang masuk ke kelas, kepercayaan diri siswa rendah, kesehatan yang mempengaruhi hasil belajar siswa, kurangnya perhatian dari orangtua, faktor ekonomi yang rendah, latar belakang sekolah yang sebelumnya mempengaruhi aktivitas belajar siswa. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam mempelajari materi sistem saraf manusia adalah meningkatkan pemahaman konsep dasar dengan cara mnggunakan analogi dan contoh yang relevan, Meningkatkan motivasi belajar dengan cara membuat pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, Meningkatkan keterampilan belajar dengan cara mengajarkan siswa teknik belajar yang efektif, Meningkatkan kerjasama antara guru, orangtua, dan siswa.
PENERAPAN MODEL TGT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DAN SIKAP ILMIAH PADA SISWA KELAS V Siti Aisyah Lubis; Lelya Hilda; Misahradarsi Dongoran
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9154

Abstract

This study is motivated by the low learning outcomes in IPAS (Integrated Natural and Social Sciences) and students’ scientific attitudes caused by teacher-centered learning practices. Therefore, an instructional innovation through the implementation of the Teams Games Tournament (TGT) model is required. This study aims to examine whether the application of the TGT model can improve IPAS learning outcomes and scientific attitudes of fifth-grade students. This research employed Classroom Action Research (CAR) conducted through the stages of planning, action, observation, and reflection at SD Negeri 100601 Pintu Padang. The subjects of this study consisted of 16 fifth-grade students. Data were collected using tests, observations, and questionnaires. The results showed that the implementation of the TGT learning model was able to improve students’ learning outcomes and scientific attitudes. The average learning score increased from 47% in the pre-cycle with a mastery level of 25% to 89% in the second cycle with a mastery level of 81%. Students’ scientific attitudes also improved, as indicated by the increase in the average pre-test score of 49.68 to the post-test score of 75.25. Therefore, it can be concluded that the TGT learning model is effective in improving IPAS learning outcomes and students’ scientific attitudes in fifth grade. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS dan sikap ilmiah siswa yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran melalui penerapan model Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model TGT dapat meningkatkan hasil belajar IPAS dan sikap ilmiah siswa kelas V. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan melalui tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi di SD Negeri 100601 Pintu Padang. Subjek penelitian berjumlah 16 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TGT mampu meningkatkan hasil belajar dan sikap ilmiah siswa. Nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 47% pada pra-siklus dengan ketuntasan 25% menjadi 89% pada siklus II pertemuan II dengan ketuntasan 81%. Sikap ilmiah siswa juga mengalami peningkatan, ditunjukkan oleh skor rata-rata pre-test sebesar 49,68 dan post-test sebesar 75,25. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TGT efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS dan sikap ilmiah siswa kelas V.