Fery Kurniawan
Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengembangan Alat Peraga Pembelajaran Biologi Berbasis Limbah pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia di SMA N 1 Sipirok Misla Husnah Pohan; Fery Kurniawan; Almira Amir
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1652

Abstract

The background of this study is the lack of innovative and environmentally friendly learning media in the biology learning process, especially in explaining abstract concepts such as the human circulatory system. The development of this teaching aid utilizes inorganic waste such as plastic bottles, wood or plywood, cardboard, and used hoses that are easily found in the surrounding environment, thus supporting the principles of environment-based learning and student creativity. This study aims to develop waste-based biology learning aids used in the material on the human circulatory system at SMA Negeri 1 Sipirok. Research and development or known as Research and Development (R&D). The development model used is the ADDIE model (Analysis, design, development, implementation and evaluation). which is modified into several stages, namely: potential and problems, data collection, product design, design validation, design revision, product trial, and final revision. Validity tests are carried out by material experts and media experts, while feasibility tests are carried out through observation and questionnaires of teachers and grade XI students at SMA Negeri 1 Sipirok. The results of the study indicate that this waste-based teaching aid is very suitable for use as a learning medium with a feasibility percentage by material experts of 80% and by media experts of 90%. In addition, the responses of students and teachers to the use of this teaching aid are very positive with an average score above 90.62%. This tool not only helps students understand the concept of blood circulation visually and practically, but also instills awareness of the importance of waste management and creativity in creating useful learning media. Thus, the development of this waste-based biology learning aid can be an innovative and educational solution in improving the quality of biology learning in secondary schools
ANALISIS NILAI-NILAI AGAMA ISLAM DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA MATERI EVOLUSI KELAS XII SMA NEGERI 1 PANYABUNGAN MANDAILING NATAL Syarif Husein Pangaribuan; Fery Kurniawan; Fauziah Nasution
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7558

Abstract

This research is motivated by the importance of integrating Islamic religious values in science learning so that students are not only intellectually intelligent but also have a religious character. The focus of this research is on the implementation of Islamic values in Biology learning, especially the material on evolution which is often considered contrary to the teachings of creation in Islam. The purpose of this study is to describe the Islamic values that can be integrated and how they are applied in the learning process in grade XII of SMA Negeri 1 Panyabungan Mandailing Natal. The research used a descriptive qualitative method with observation, interview, and documentation techniques. The results showed that teachers have successfully integrated Islamic values such as monotheism, gratitude, scientific honesty, and responsibility through reflective discussions, scientific inquiry methods, and learning media that display verses from the Qur'an. This integration makes learning more meaningful because it fosters an understanding that science and religion can work together and strengthens students' faith in the greatness of Allah SWT's creation. Thus, it is recommended that teachers continue to develop learning strategies that are able to integrate science and Islamic values to create a complete learning with an Islamic character.
Pengaruh Model Pembelajaran Modified Free Inquiry terhadap Kemampuan Metakognitif Siswa SMA Negeri 1 Tukka Sarmila Ayu Wardhana; Fery Kurniawan; Anita Adinda
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.521

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan metakognitif siswa dalam pembelajaran biologi, khususnya pada materi sistem pencernaan. Rendahnya kemampuan tersebut disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional sehingga siswa kurang aktif dalam merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses belajarnya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan metakognitif siswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran Modified Free Inquiry. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Modified Free Inquiry terhadap kemampuan metakognitif siswa pada materi sistem pencernaan di kelas XI SMA Negeri 1 Tukka. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Instrumen pengumpulan data berupa tes kemampuan metakognitif yang telah divalidasi. Sampel penelitian terdiri atas kelas eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran Modified Free Inquiry dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Data penelitian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Modified Free Inquiry terhadap kemampuan metakognitif siswa pada materi sistem pencernaan. Hal ini dibuktikan dari hasil uji hipotesis yang menunjukkan bahwa nilai thitung lebih besar daripada ttabel, yaitu 2,103 > 1,669. Dengan demikian, H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Modified Free Inquiry mampu meningkatkan kemampuan metakognitif siswa melalui keterlibatan aktif dalam proses penyelidikan, pemecahan masalah, serta pengembangan kemampuan berpikir secara mandiri.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN SOCIOSCIENTIFIC ISSUES TERHADAP LITERASI SAINS SISWA PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN Silvia Ardina Siregar; Fery Kurniawan; Wilda Rizkiyahnur Nasution; Rumini Sukarwati
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 1 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i1.18-24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Leraning dengan pendekatan Socioscientific Issues terhadap literasi sains siswa pada materi pencemaran lingkungan. Model pembelajaran yang belum melibatkan keaktifan siswa dalam belajar menyebabkan literasi sains siswa kurang berkembang. Selain itu materi pembelajaran yang belum menghubungkan masalah sosial atau isu sosial menjadikan materi kurang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasy eksperiment. Teknik pengumpulan data menggunakan tes soal essay berisi 15 soal yang valid dan reliabel. Hasil penelitian uji normalitas menggunakan rumus Saphiro Wilk dengan berbantuan aplikasi SPSS dan uji homogenitas dengan menggunakan uji Lavene serta uji hipotesis menggunakan uji independent simple t-test. Dari hasil analisis uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung sebesar 3.670 dan ttabel sebesar 0.254 dengan taraf signifikan α = 0,05. Berdasarkan dasar pengambilan keputusan uji t pada variabel terikat tersebut tidak lebih besar dari nilai alpha yaitu 0,05 sehingga H0 dan Ha diterima. Maka hal ini dinyatakan bahwa hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran Problem Based Learning dengan pendekatan Socioscientific Issues berpengaruh terhadap literasi sains siswa pada materi pencemaran lingkungan pada siswa kelas X SMA Negeri 5 Padangsidimpuan.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM SARAF MANUSIA Devi Masittah Sigalingging; Fery Kurniawan; Misahradarsi Dongoran
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 1 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i1.25-31

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menyumbangkan pengetahuan baru, kontribusi penelitian ini diharapkan dapat menambah pemahaman kita tentang faktor-faktor yang memengaruhi kesulitan belajar dalam konteks materi ilmiah tertentu, seperti sistem saraf manusia. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Instrument penelitian ini observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu banyak istilah ilmiah yang rumit, kurangnya media pembelajaran yang menarik. Siswa kesulitan memahami mekanisme penghantaran implus, siswa kesulitan dalam memahami konsep materi sistem saraf manusia, kesulitan menerapkan pengetahuan. Kesulitan belajar ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu rumitnya materi sistem saraf manusia, minat dan motivasi siswa rendah, intelegensi yang dimiliki siswa kurang, gaya belajar yang tidak sesuai, kurangnya media pendukung, kebiasaan belajar siswa, alokasi yang diberikan minim, tidak adanya tutor teman sebaya, kesibukan guru sebagai wakil kepala sekolah menyebabkan guru jarang masuk ke kelas, kepercayaan diri siswa rendah, kesehatan yang mempengaruhi hasil belajar siswa, kurangnya perhatian dari orangtua, faktor ekonomi yang rendah, latar belakang sekolah yang sebelumnya mempengaruhi aktivitas belajar siswa. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam mempelajari materi sistem saraf manusia adalah meningkatkan pemahaman konsep dasar dengan cara mnggunakan analogi dan contoh yang relevan, Meningkatkan motivasi belajar dengan cara membuat pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, Meningkatkan keterampilan belajar dengan cara mengajarkan siswa teknik belajar yang efektif, Meningkatkan kerjasama antara guru, orangtua, dan siswa.