Tissia Ayu Algary
Teknik Lingkungan, UPN “Veteran” Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Kandungan Logam Berat Pb dan Cd Di Kawasan Sekitar TPA Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Qonitina Zulfa; Agus Bambang Irawan; Johan Danu Prasetya; Ayu Utami; Tissia Ayu Algary
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 6 No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VI
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v6i1.14448

Abstract

TPA Piyungan merupakan salah satu TPA yang menerapkan sanitary landfill dalam pengelolaan sampah.  Pengelolaan sampah berupa penumpukkan yang tidak direncanakan dengan baik dapat menimbulkan  permasalahan lingkungan seperti pencemaran tanah. Keberadaan TPA Piyungan terbukti memberikan dampak  terhadap lingkungan, termasuk tanah. Tanah tercemar karena adanya air lindi yang berasal dari tumpukan  sampah. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat Pb dan Cd pada  tanah di daerah penelitian. Jenis metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan  kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan metode survey dan pemetaan. Pengambilan sampel tanah  menggunakan metode purposive sampling berdasarkan daerah yang memiliki potensi pencemaran. Metode  analisis data yang digunakan yaitu metode analisis data kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui kandungan  logam berat pada tanah di daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai hasil uji logam berat  di daerah penelitian keempat titik sampel untuk logam berat timbal (Pb) telah melebihi nilai ambang batasnya  yaitu 0,07 ppm dan untuk nilai hasil uji keempat titik sampel yaitu Lp1 3,30 ppm, Lp2 1,70 ppm, Lp3 4,22  ppm, dan Lp4 6,80 ppm., sedangkan untuk logam berat kadmium (Cd) hasil uji tidak terdeteksi atau tidak  terbaca. 
Arahan Pengendalian Erosi Berdasarkan Kemiringan Lereng Pada Area Reklamasi Pulau Pakal PT. ANTAM Tbk UPB NIKEL Maluku Utara Alief Vega Thrisna Huttama; Aditya Pandu Wicaksono; Nandra Eko Nugroho; Muammar Gomareuzzaman; Tissia Ayu Algary
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 6 No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VI
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v6i1.14452

Abstract

PT ANTAM Tbk UBP Nikel Maluku Utara di Pulau Pakal terdapat permasalahan pada area reklamasi berupa erosi tanah. Menurut Arsyad (2020) erosi dapat menyebabkan penurunan produktivitas unsur tanah, dan jika tidak ditangani dengan benar, dapat mengakibatkan menurunnya produktivitas tanah. Oleh karena itu, diperlukan upaya penanganan melalui reklamasi dan revegetasi untuk memperbaiki kualitas lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui besar laju erosi berdasarkan kemiringan lereng dan mengetahui keterkaitan antara intensitas hujan terhadap laju erosi, serta merekomendasikan arahan pengendalian laju erosi. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei dan pemetaan. Metode analisis yaitu laboratorium, matematis, dan logaritmik. Metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling berdasarkan kemiringan lereng dan aliran permukaan. Tongkat ukur dipasang dengan kedalaman 15 cm sesuai dengan kedalaman top soil dan jarak antar tongkat 5 x 5 meter. Tongkat dipasang pada beberapa kemiringan lereng yang berbeda yaitu pada kemiringan lereng landai sebesar 80, 60, 40 dan kemiringan lereng curam sebesar 330, 280, 3100 Sampel tanah diambil pada setiap titik plot pemantauan erosi sebanyak enam titik untuk diketahui berat volume tanah tersebut. Pengukuran kejadian hujan oleh plot erosi dilaksanakan selama 1 bulan dan mendapatkan 16 data pengukuran plot erosi. Hasil perhitungan nilai laju erosi yang didapatkan pada kemiringan lereng landai yaitu 305.018 ton/ha dan pada kemiringan curam sebesar 507.394 ton/ha dengan intensitas hujan tertinggi yaitu 18.1 mm/jam. Berdasarkan hasil analisis logaritmik untuk mengetahui derajat kejenuhan tanah dapat diketahui pada lereng landai sebesar 0.918 dan lereng curam sebesar 0.859 tergolong dalam tanah basah. Arahan pengelolaan yang dilakukan yaitu dengan melakukan penataan desain geometri lereng regrading, pembuatan saluran pembuangan air (SPA), dan penanaman vegetasi.
Kajian Kandungan Logam Berat Unsur Ni, Cu Dan Zn Pada Mataair Panas Parangwedang, Di Desa Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Mutmainah Mutmainah; Agus Bambang Irawan; Herwin Lukito; Tissia Ayu Algary; Aditya Pandu Wicaksono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 6 No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VI
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v6i1.14458

Abstract

Daerah penelitian terletak di Desa Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kbaupaten Bantul, DIY. Daerah penelitian  merupakan daerah dengan manifestasi panas bumi berupa mataair panas, Mataair panas tersebut dikenal dengan  nama matair panas Parangwedang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tipe mataair panas dan mengetahui  kualitas mataair panas berdasarkan logam berat yang terlarut pada mataair panas di lokasi penelitian. Metode yang  digunakan untuk mengetahui tipe mataair panas yaitu dengan menggunakan diagram segitiga Cl-SO4-HCO3 dan kualitas mataair panas berdasarkan pada parameter logam berat Ni, Cu dan Zn. Hasil penelitian menunjukkan tipe  mataair panas termasuk tipe Mature Water, yaitu tipe dengan kandungan klorida yang berlimpah. Kualitas mataair  panas berdasarkan parameter Ni, Cu dan Zn termasuk kedalam kategori tidak baik karena melebihi baku mutu.  Konsentrasi Ni yang didapatkan sebesar 88.2 ppm, konsentrasi Cu sebesar 29.8 ppm dan konsentrasi Zn sebesar  13.56 ppm. Sedangkan untuk baku mutu masing-masing paramater yaitu Ni (0.05 ppm), Cu (0.02 ppm) dan Zn  (0.05 ppm).