Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Takhrij Hadis Tentang Zuhud dan Implikasinya Terhadap Fenomena Hustle Culture Fatiha Amila Sholihah; Abdul Matin
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i1.5770

Abstract

Perubahan sosial yang pesat akibat arus globalisasi dan kemajuan teknologi telah menciptakan tatanan kehidupan modern yang serba cepat dan kompetitif. Dinamika ini mengubah perspektif masyarakat terhadap nilai kerja dan definisi kesuksesan yang kemudian memunculkan fenomena hustle culture. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri kualitas hadis tentang zuhud, spesifik pada hadis riwayat Ibnu Majah no. 4102 serta mengaitkan nilai zuhud dengan fenomena hustle culture. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (libary research). Sumber data primer berasal dari kitab-kitab hadis, sedangkan sumber data sekunder berasal dari literatur pendukung seperti kitab takhrij, buku, dan artikel jurnal terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hadis riwayat Ibnu Majah no.4102 tentang zuhud berstatus ḥasan lighairihi dengan syawahid dari jalur periwayatan Abu Ya’la al-Khalili. Konsep zuhud dalam hadis ini memunyai beberapa implikasi terhadap fenomena hustle culture, di antaranya redefinisi terhadap tujuan kerja dan makna kesuksesan sejati, pemutus rantai kompetisi material dan pengakuan sosial, menghargai keseimbangan dan kesejahteraan diri.
Analisis Pemaknaan Konsep Nasikh dan Mansukh dalam Qs. Al-Baqarah Ayat 106: Studi Komparatif Antara Ibnu Katsir dan M. Quraish Shihab Azzahra Maya Pramesti; Abdul Matin
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i1.5762

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk mengkaji dan membandingkan pemaknaan konsep nasikh dan mansukh pada Q.S Al-Baqarah ayat 106 berdasarkan dua corak tafsir; klasik diwakili oleh Ibnu Katsir, dan kontemporer oleh Quraish Shihab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan dan analisis komparatif pada Tafsir al-Qurʾan al-ʿAẓim karya Ibnu Katsir dan Tafsir al-Misbaḥ karya Quraish Shihab, serta didukung oleh literatur sekunder berupa buku, jurnal, dan literatur terkait. Temuan penelitian menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan pandangan. Persamaannya, mereka mengakui adanya nasikh dan mansukh, menegaskan bahwa konsep ini hanya terjadi pada ahkam, serta sama-sama menekankan pentingnya kronologi turunnya wahyu dalam menentukan nasikh dan mansukh. Perbedaannya, Ibnu Katsir memahami ayat ini secara tekstual, dengan menekankan nasikh sebagai penghapusan hukum lama diganti dengan hukum baru, serta merujuk pada riwayat sahabat dan tabi’in. Sedangkan Quraish Shihab menafsirkan dengan coraf tahlili yang sifatnya kontekstual dan rekonsiliatif, menekankan bahwa nasikh tidak selalu berarti penghapusan total, melainkan bentuk penyesuaian hukum sesuai perkembangan masyarakat. Selain itu, keluasan penetapan pada ayat mansukh; Ibnu Katsir mengikuti tradisi klasik yang cenderung banyak, Quraish Shihab lebih selektif dan hati-hati. Relevansi perbandingan ini merupakan tanda hadirnya dialog antara tafsir klasik dan kontemporer, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan hukum Islam yang dinamis, tetap berpijak pada otoritas teks namun responsif terhadap tantangan masyarakat modern.