Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Media Pembelajaran Aplikasi Berbasis Android Trans Cell pada Materi Transpor pada Membran Sel Anjar Dwi Astutiningsih
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 3 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i3.105170

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) menghasilkan media pembelajaran interaktif pada materi transpor membran sel (2) mengetahui efektivitas media pembelajaran pada saat digunakan dalam pembelajaran Biologi materi transpor membran sel dilihat dari motivasi dan keterlibatan siswa selama mengikuti pembelajaran. Metode yang digunakan dalam pengembangan desain media adalah model pengembangan ADDIE. Subjek dari penelitian ini adalah 22 siswa SMA Trinitas Bandung yang mengambil mata pelajaran pilihan Biologi Pengumpulan data dilakukan dengan angket. Metode pengolahan data dilakukan dengan menghitung persentase nilai dari jawaban siswa. Kelayakan media memperoleh persentase sebesar 76,7 % masuk dalam kategori sangat layak, motivasi memperoleh persentase sebesar 65,4 % kategori sedang, keterlibatan memperoleh persentase sebesar 72,5% kategori tinggi. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa media layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran Biologi topik transpor membran sel.The objectives of this study were (1) to produce interactive learning media on cell membrane transport material (2) to determine the effectiveness of learning media when used in learning Biology on cell membrane transport material seen from student motivation and involvement during learning. The method used in the development of media design is the ADDIE development model. The subjects of this study were 22 students of SMA Trinitas Bandung who took Biology elective subjects. Data collection was done by questionnaire. The data processing method is done by calculating the percentage value of student answers. Media feasibility obtained a percentage of 76.74% in the very feasible category, motivation obtained a percentage of 65.4% medium category, involvement obtained a percentage of 72.5% high category. From the results of the study it is concluded that the media is feasible and effective to use in learning Biology on the topic of cell membrane transport.
Peningkatan Pemahaman Konsep Siswa dalam Pembelajaran PBL Terintegrasi STEAM dan LABIRIN pada Materi Ekosistem Anjar Dwi Astutiningsih; Nerru Pranuta Murnaka; Nancy Susianna
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4981

Abstract

Pemahaman konsep merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran biologi, namun pembelajaran yang masih berpusat pada guru menyebabkan pemahaman konsep siswa belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan pemahaman konsep siswa antara kelas yang menggunakan model Problem Based Learning (PBL) terintegrasi STEAM-Labirin dan kelas yang menggunakan PBL pada materi ekosistem. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri atas 28 siswa kelas X-2 sebagai kelas eksperimen dan 26 siswa kelas X-4 sebagai kelas kontrol di SMA Trinitas Bandung yang dipilih menggunakan cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep berdasarkan enam indikator Wiggins dan McTighe. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, N-Gain, serta uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,62 (kategori sedang), lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,51 (kategori sedang). Hasil uji Mann Whitney menunjukkan adanya perbedaan peningkatan pemahaman konsep yang signifikan (Sig.=0,046). Analisis per indikator menunjukkan bahwa kelas eksperimen lebih unggul pada indikator menjelaskan, interpretasi, empati dan pengetahuan diri, sedangkan kelas kontrol lebih unggul pada indikator perspektif dan aplikasi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi STEAM dan Labirin dalam model PBL lebih efektif meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi ekosistem dibandingkan model PBL tanpa integrasi STEAM dan Labirin.