Pemahaman konsep merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran biologi, namun pembelajaran yang masih berpusat pada guru menyebabkan pemahaman konsep siswa belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan pemahaman konsep siswa antara kelas yang menggunakan model Problem Based Learning (PBL) terintegrasi STEAM-Labirin dan kelas yang menggunakan PBL pada materi ekosistem. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri atas 28 siswa kelas X-2 sebagai kelas eksperimen dan 26 siswa kelas X-4 sebagai kelas kontrol di SMA Trinitas Bandung yang dipilih menggunakan cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep berdasarkan enam indikator Wiggins dan McTighe. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, N-Gain, serta uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,62 (kategori sedang), lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,51 (kategori sedang). Hasil uji Mann Whitney menunjukkan adanya perbedaan peningkatan pemahaman konsep yang signifikan (Sig.=0,046). Analisis per indikator menunjukkan bahwa kelas eksperimen lebih unggul pada indikator menjelaskan, interpretasi, empati dan pengetahuan diri, sedangkan kelas kontrol lebih unggul pada indikator perspektif dan aplikasi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi STEAM dan Labirin dalam model PBL lebih efektif meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi ekosistem dibandingkan model PBL tanpa integrasi STEAM dan Labirin.
Copyrights © 2026