Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGGUNAAN MEDIA ALAT PERAGA DAN MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP PEMBIASAN CAHAYA PADA SISWA KELAS 8 Susianna, Nancy; hutani, Emilia
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 18, No 1 (2013): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v18i1.262

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1). nilai rata-rata normalisasi gain (N-Gain) penguasaan konsep pembiasan cahaya yang menggunakan media alat peraga, multimedia interaktif, dan media papan tulis, dan (2). ada tidaknya perbedaan rata-rata N-Gain antara kelas yang menggunakan media alat peraga, multimedia interaktif dan media papan tulis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilaksanakan di salah satu SMP Swasta di Tangerang kelas 8. Hasil penelitian adalah: (1). nilai rata-rata N-Gain pada kelas yang menggunakan media alat peraga mempunyai kriteria tinggi yaitu sebesar 0,900; pada kelas yang menggunakan multimedia interaktif mempunyai kriteria tinggi yaitu sebesar 0,902; pada kelas yang yang menggunakan media papan tulis mempunyai kriteria tinggi yaitu sebesar 0,767, dan (2). tidak ada perbedaan rata-rata N-Gain antara kelas pembelajaran yang menggunakan media alat peraga, multimedia interaktif dan media papan tulis.Kata kunci : media alat peraga, multimedia interaktif, penguasaan konsep
PENGGUNAAN MEDIA ALAT PERAGA DAN MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP PEMBIASAN CAHAYA PADA SISWA KELAS 8 Susianna, Nancy; Hutani, Emilia
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 18, No 1 (2013): JPMIPA: Volume 18, Issue 1, 2013
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v18i1.36124

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1). nilai rata-rata normalisasi gain (N-Gain) penguasaan konsep pembiasan cahaya yang menggunakan media alat peraga, multimedia interaktif, dan media papan tulis, dan (2). ada tidaknya perbedaan rata-rata N-Gain antara kelas yang menggunakan media alat peraga, multimedia interaktif dan media papan tulis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilaksanakan di salah satu SMP Swasta di Tangerang kelas 8. Hasil penelitian adalah: (1). nilai rata-rata N-Gain pada kelas yang menggunakan media alat peraga mempunyai kriteria tinggi yaitu sebesar 0,900; pada kelas yang menggunakan multimedia interaktif mempunyai kriteria tinggi yaitu sebesar 0,902; pada kelas yang yang menggunakan media papan tulis mempunyai kriteria tinggi yaitu sebesar 0,767, dan (2). tidak ada perbedaan rata-rata N-Gain antara kelas pembelajaran yang menggunakan media alat peraga, multimedia interaktif dan media papan tulis.ABSTRACTThe purpose of this study was to determine (1). average normalized gain (N-Gain) control concept that uses light refraction media props, interactive multimedia, and media board, and (2). presence or absence of the average difference between the N-Gain media class that uses props, interactive multimedia and whiteboard media. This study used an experimental method is implemented in one of the private junior high school in the 8th grade Tangerang. The results are as follows eh: (1). the average value of N-Gain on class that uses media props have high criteria that is equal to 0,900; upon the class using an interactive multimedia has a high at 0.902 criteria: in a class that uses media board has high criterion is equal to 0.767, and (2). there was no difference in the average N-Gain between classroom learning using props media, interactive multimedia and whiteboard media.
Webinar Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) Bagi Guru BPK Penabur Bogor Niko Sudibjo; Nancy Susianna
Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Vol 3 No 1 (2021): Periode April 2021
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/abdimas.v3i1.2187

Abstract

Penelitian tindakan kelas (PTK) dan penelitian tindakan sekolah (PTS) merupakan salah satu upaya continuous improvement dalam pendidikan. Para pendidik harus memiliki semangat untuk terus memperbaiki kualitas pengajarannya guna mencapai tujuan pendidikan yang efektif dan maksimal. Sayangnya para guru di BPK Penabur Bogor masih kurang memahami pentingnya melaksanakan PTK dan PTS, serta pengetahuan teori dan prosedur pelaksaannya sehingga belum dapat menerapkannya dalam pembelajaran. Tujuan dari webinar ini adalah untuk membantu para guru dalam memahami metode pelaksanaan PTK dan PTS guna meningkatkan kualitas pendidikan. Webinar dilaksanakan secara virtual yang dihadiri oleh 2 pembicara dan 38 guru BPK Penabur Bogor. Data hasil webinar diperoleh melalui pre-test dan post-test serta angket kebermanfaatan webinar. Hasil perolehan nilai pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemhaman guru mengenai PTK dan PTS setelah mengikuti webinar. Berdasarkan perolehan angket, para guru mengakui bahwa webinar PTK dan PTS ini relevan dan bermanfaat bagi profesi mereka sebagai guru.
KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH, BERPIKIR KREATIF, DAN PENALARAN PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MEDIA VISUAL [PROBLEM SOLVING, CREATIVE THINKING, AND REASONING SKILLS IN LEARNING MATHEMATICS USING VISUAL LEARNING MEDIA] Dhesy Adhalia; Nancy Susianna
Polyglot Vol 17, No 1 (2021): JANUARY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v17i1.2636

Abstract

Problem solving, creative thinking, and reasoning skills are important skills for students to master to solve various problems that they will face in the future. However, there are still many students that have relatively low ability levels performing these three skills. To improve students' abilities in these three skills, teachers can use learning strategies that incorporate visual learning media. The problem identified in a class of third graders at a public elementary school (SDN 01) in Jagakarsa was the lack of use of learning media in the learning process in the classroom so students' ability in all three skills was less developed. A research study was conducted to determine the increase in problem solving skills, creative thinking skills, and reasoning skills of third grade students at SDN 01 Jagakarsa in math subjects after being taught using instructional media. Data sources were obtained from students' test scores before and after being taught using visual learning media. Based on the N-gain calculation and data analysis using inferential statistics, results showed that the use of visual learning media can improve students' ability to solve problems, think creatively, and reason, especially in mathematics subjects.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Keterampilan memecahkan masalah, berpikir kreatif, dan menalar merupakan keterampilan yang penting dikuasai siswa untuk menyelesaikan bermacam persoalan yang akan dijumpainya kelak di masa yang akan datang. Kenyataannya masih banyak ditemui siswa dengan kemampuan ketiga keterampilan tersebut yang tergolong rendah. Untuk meningkatkan kemampuan siswa pada ketiga keterampilan tersebut, guru dapat menggunakan strategi pembelajaran menggunakan media pembelajaran. Masalah yang teridentifikasi di kelas III SDN 01 Jagakarsa adalah masih kurangnya penggunaan media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga kemampuan siswa dalam ketiga keterampilan tersebut kurang berkembang. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui peningkatan kemampuan memecahkan masalah, berpikir kreatif, serta menalar siswa kelas III SDN 01 Jagakarsa pada mata pelajaran matematika setelah diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran. Sumber data didapat dari nilai siswa sebelum dan sesudah diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran visual. Berdasarkan hasil perhitungan N-gain dan analisis data menggunakan statistik inferensial didapat kesimpulan bahwa penggunaan media pembelajaran visual dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah, berpikir kreatif, dan menalar secara keseluruhan khususnya pada mata pelajaran matematika.
Pelatihan Pengenalan Lesson Study di Sekolah Dasar: Komentar Reflektif Guru Terhadap Pembelajaran IPA Monica Prima Sari; Yurnetti Yurnetti; Nancy Susianna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LP2M Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jpm.v3i1.296

Abstract

Keterampilan dalam mengamati proses pembelajaran sangat penting bagi seorang guru, terutama dalam menjalani perannya sebagai reflective practicioner yang harus senantiasa belajar. Keterampilan mengamati pembelajaran juga memainkan peranan penting dalam mendukung keterampilan guru merancang suatu pembelajaran. Namun keterampilan ini tidak dapat dikuasai hanya melalui memahami prosedur atau teori yang relevan. Keterampilan ini biasanya diperoleh melalui pengalaman dan keinginan untuk terus meningkatkan pengajarannya. Salah satu cara melatihkan keterampilan ini adalah melalui kegiatan pelatihan untuk memperkenalkan Lesson Study. Melalui pelatihan ini, guru-guru di SD Tarakanita Gading Serpong, Tangerang diperkenalkan dengan tahapan plan, do, dan see yang diharapkan dapat melatih keterampilan guru untuk mengamati pembelajaran dan merefleksi rancangan pembelajaran. Dari komentar yang diberikan guru pada sesi refleksi, dapat terlihat bahwa guru-guru SD Tarakanita telah memahami hal-hal penting dalam mengamati pembelajaran dan merefleksi rancangan pembelajaran untuk tujuan perbaikan pengajaran di masa yang akan datang.
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains, Berpikir Kritis, dan Percaya Diri Siswa Christina Lina Yuliati; Nancy Susianna
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.js.2023.v13.i1.p48-58

Abstract

Science process skills, critical thinking, and self-confidence are life skills that take an important role in everyone’s life, so they need to be developed at an early age. All of those competencies were not yet developed well in grade 1F students in the elementary school SD XYZ Tangerang. The aim of the research was to analyze the application of Discovery Learning model in order to improve grade 1F students’ ability in science process skills, critical thinking, and self-confidence. The research method was class action research. The research was applied to 29 students in the grade 1F elementary school SD XYZ Tangerang as the subject of the study. Students’ progress in their science process skill, critical thinking, and self-confidence was measured by a set of rubrics. The results showed a significant improvement in the students from the first, second, and third cycle. The average science process skill score in the first cycle was 54.60, in the second cycle was 79.60, and in the third cycle was 87.64. The average critical thinking score in the first cycle was 63.51, in the second cycle was 77.01, and in the third cycle was 85.63. The average self-confidence score in the first cycle was 59.77, in the second cycle was 76.72, and in the third cycle was 82.18. Based on the result, it was concluded that Discovery Learning model can improve the science process skill, dan self-confidence in the Science Lesson for grade I F students in the elementary school SD XYZ Tangerang.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SIMAYANG TIPE II DENGAN METODE GASING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA Asnidar Alibas; Nancy Susianna; Mira Rosalina
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 5, No 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/nse.v5i1.2444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran peningkatan penguasaan konsep dan motivasi belajar siswa SMA menggunakan model pembelajaran SiMaYang Tipe II dengan metode Gasing dan melihat perbedaan peningkatan penguasaan konsep siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional dan model pembelajaran SiMaYang Tipe II dengan metode Gasing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain nonequivalent control group desain yang dilaksanakan di kelas X SMAN 22 Kabupaten Tangerang. Penentuan sampel menggunakan teknik sampling purposive dan didapatkan sampel penelitian kelas X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan X MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data penguasaan konsep menggunakan soal tes sedangkan untuk sikap motivasi belajar menggunakan angket. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai rata-rata N-Gain penguasaan konsep yang tergolong dalam kategori tinggi, selain itu berdasarkan hasil uji Wilcoxon terdapat perbedaan peningkatan penguasaan konsep yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Untuk motivasi belajar diperoleh nilai rata-rata yang tergolong dalam kategori tinggi. Artinya model pembelajaran SiMaYang Tipe II dengan metode Gasing dapat meningkatkan penguasaan konsep dan motivasi belajar siswa. Hasil analisis N-Gain penguasaan konsep untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen berada pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan peningkatan penguasaan konsep yang signifikan antara kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional dan kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran SiMaYang Tipe II dengan metode Gasing. 
Penerapan Diskusi Kelompok Terarah Dalam Mengembangkan Kemampuan Literasi Digital, Kolaborasi dan Komunikasi Lisan Pada Pembelajaran Ekonomi di Kelas XI SMA Dian Harapan S. Fitri Sepsiati; Nancy Susianna
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.1020

Abstract

Kemampuan literasi digital, komunikasi lisan dan kolaborasi penting dipelajari di era abad 21. Ketiga kompetensi ini kurang berkembang di kelas 11 SMA Dian Harapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan kemampuan literasi digital, menganalisis perkembangan kemampuan komunikasi lisan, dan menganalisis perkembangan kemampuan kolaborasi dengan menggunakan metode pembelajaran diskusi kelompok terarah pada pembelajaran Ekonomi di kelas 11 SMA Dian Harapan. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 3 siklus dengan 4 tahapan yaitu rencana, observasi, tindakan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas 11 SMA Dian Harapan yang berjumlah 29. Instrumen penelitian berupa rubrik literasi digital, kolaborasi dan komunikasi lisan yang divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat prkembangan nilai rata-rata keterampilan literasi digital, kolaborasi dan komunikasi lisan. Dapat disimpulkan bahwa metode diskusi kelompok terarah dapat meningkatkan kemampuan literasi digital, kolaborasi dan komunikasi peserta didik kelas 11 SMA Dian Harapan Kata kunci : kolaborasi; komunikasi lisan, literasi digital, penelitian tindakan kelas, pembelajaran ekonomi.
Think-Pair-Share: Peningkatkan Kemampuan Bernyanyi Teknik, Lagu, dan Efikasi Diri Stephanie Anggreinie; Nancy Susianna
PROMUSIKA Vol 11, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v11i1.9172

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana kemampuan siswa dalam bernyanyi teknik dan lagu dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran think-pair-share. Penelitian ini dilakukan di Sekolah GenIUS selama enam minggu dengan subyek penelitian sebanyak 16 siswa. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode weak experiment menggunakan static-group Pretest dan Posttest design. Intsrumen yang digunakan untuk memperoleh data telah divalidasi oleh dua orang orang ahli dalam bidang musik dan pendidikan. Nilai yang diperoleh diuji menggunakan Mann-Whitney. Hasil uji hipotesis kemampuan bernyanyi teknik menunjukkan asymp. sig (2-tailed) sebesar 0,004 dan uji hipotesis kemampuan bernyanyi lagu menunjukkan asymp.sig (2tailed) menunjukkan asymp. sig (2-tailed) sebesar 0,002 serta uji hipotesis efikasi diri menunjukkan asymp. sig (2-tailed) sebesar 0,170. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan bernyanyi teknik dan lagu pada siswa antara kelas kontrol yang diajarkan menggunakan metode konvensional dengan kelas eksperimen yang diajarkan menggunakan metode think-pair-share, tetapi tidak terdapat perbedaan antara efikasi diri siswa kelas kontrol dengan siswa eksperimen. Siswa kelas eksperimen berkesempatan belajar dengan cara berpasangan, sehingga saling memberikan masukan pada saat latihan. Hal ini membuat waktu berlatih mereka menjadi lebih efektif sehingga kelas eksperimen mendapatkan nilai bernyanyi teknik dan lagu yang lebih baik daripada kelas control.AbstractThink-Pair-Share: Improving Singing Technique, Song, and Self-Efficacy. This study aims to find out how students' abilities in singing techniques and songs can be improved by using the think-pair-share learning model. In this study, students were asked to try to solve problems encountered when practising in pairs. By having the ability to solve these problems, it is expected that students' self-efficacy in singing will also increase. This research was conducted at GenIUS School for six weeks with 16 students as research subjects. This research is quantitative with a weak experimental method using a static-group Pretest and Posttest design. The instruments used to obtain data have been validated by two experts in music and education. The values obtained were tested using Mann-Whitney. The hypothesis test results of the ability to sing techniques show asymp. sig (2-tailed) of 0.004, and the hypothesis test of song singing ability shows asymp. sig (2-tailed) shows asymp. sig (2-tailed) of 0.002, and the self-efficacy hypothesis test showed asymp. sig (2-tailed) of 0.170. It was concluded that there were differences in students' singing techniques and song abilities between the control and experimental classes. However, the self-efficacy of the control and experiment classes was the same. In practical courses, students learn in pairs, so they provide input to each other during practice. This method made sure that the practical class practised more effectively, therefore, got a better score in singing technique and song.Keywords: think-pair-share; technic-singing; song-singing and self-efficacy
Metode peer teaching untuk meningkatkan keterampilan bermain biola, keterampilan komunikasi, dan sikap percaya diri Nur Salim, Ratna; Susianna, Nancy
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 21, No 2 (2023): IMAJI OCTOBER
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v21i2.58492

Abstract

Keterampilan komunikasi dan sikap percaya diri merupakan dua kompetensi yang sangat bermanfaat bagi siswa/i yang sedang belajar musik dalam sebuah ansambel. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan menganalisis perbedaan keterampilan bermain biola, keterampilan komunikasi dan sikap percaya diri siswa pada kelas musik ansambel biola dengan menggunakan metode peer teaching. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan dengan subyek penelitian sebanyak 9 siswa peserta kelas ansambel biola. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen dengan jenis pre-experimental design, dengan bentuk one group pretest-posttest. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu rubrik untuk seluruh variabel yang telah divalidasi. Data pretest dan posttest kemudian diuji menggunakan uji Wilcoxon signed Rank Test. Hasil uji hipotesis keterampilan bermain biola menunjukkan perolehan asymp. sig. (2-tailed) = 0.007; keterampilan komunikasi menunjukkan perolehan asymp. sig. (2-tailed) = 0.007; sikap percaya diri menunjukkan perolehan asymp. sig. (2-tailed) = 0.007. Dari hasil yang didapatkan maka kesimpulan yang dapat diambil yaitu terdapat perbedaan keterampilan bermain biola, keterampilan komunikasi dan sikap percaya diri sebelum dan sesudah mengikuti latihan ansambel dengan menggunakan metode peer teaching.Kata kunci: peer teaching, keterampilan bermain biola, keterampilan komunikasi, sikap percaya diri Peer teaching method to improve violin playing skills, communication skills, and confidenceAbstractCommunication skill and confidence are two important skill for high school students and beneficial for those who are learning to play music in an ansamble. This study aims to look and analyze differences in violin playing skill, communication skill and confidence for students in violin ansamble rehearsal using peer teaching method. This researched was conducted at SMA XYZ for two months with research subjects 9 students from violin ansamble class. The method used in this research is quantitative research with experimental method by using pre-experimental design, with one group pretest-posttest design. The research instruments used were rubric for all variables. The obtained pretest and posttest values were then tested using Wilcoxon Signed Rank Test. The results of hypothesis testing for violin playing skill showed the acquisition of asymp. sig (2-tailed) = 0.007; communication skill with asymp. sig. (2-tailed) = 0.007; confidence with asymp. sig. (2-tailed) = 0.007. Based on the results, it can be concluded that there are differences in the violin playing skill, communication skill and confidence of students before and after they join the violin ansamble rehearsal using peer teaching method.Keywords: peer teaching, violin playing skills, communication skills, confidence