Made Luhur Sahadeva
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Vegetasi dan Potensi Pohon Pakan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Kawasan Pura Agung Pulaki, Buleleng Moh. Jafron Syah; I Made Pasek Anton Santiasa; Mely Safitri; Made Luhur Sahadeva; Indra Saputra Sihotang; Made Allan Theja Kurniawan
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v12i2.106515

Abstract

Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis Raffles) merupakan primata anggota famili cercopithecidae yang memiliki peran penting terhadap ekosistem alami. Keberadaan M. fascicularis di Bali, tidak lepas dari adanya pengaruh kepercayaan umat hindu yang menganggap satwa ini sakral, sehingga populasinya tetap dipertahankan, salah satunya populasi M. fascicularis di kawasan pura Agung Pulaki, di desa Banyupoh, Gerokgak, Buleleng. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis vegetasi serta potensi tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai pakan alami M. fascicularis di kawasan pura Agung Pulaki. Metode pengambilan data vegetasi menggunakan plot quadrat, sedangkan pencatatan potensi tumbuhan pakan menggunakan pencatatan aktivitas makan dengan ad libitum sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi vegetasi di kawasan pura agung pulaki terdiri atas vegetasi pohon, perdu dan semak dengan nilai INP tertinggi pada masing masing jenis vegetasi adalah Borassus flabellifer (pohon siwalan INP 39,54%), Azadirachta indica (pedu mimba INP 46,66%), dan Sida acuta (semak galunggang INP 66,40%). Indeks keanekaragaman jenis menunjukan keragaman yang masih tergolong sedang pada tingkat pohon (H’= 2,183) dan rendah pada vegetasi perdu (H’= 1,957) dan semak (H’= 1,445). Vegetasi yang ada sebagian besar tidak berpotensi sebagai pakan alami bagi M. fascicularis. Hal ini menjadi salah satu faktor dari adanya perubahan perilaku alami yang dapat mengancam keberlangsungan hidup satwa serta dapat merugikan manusia yang berada di sekitarnya. Upaya konservasi yang berkelanjutan dengan menambah pohon sebagai pakan alami satwa perlu dilakukan sebagai mitigasi konflik jangka panjang antara M. fascicularis dengan manusia di kawasan pura Agung Pulaki.