Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA NONGKOSAWIT BERBASIS ANALISIS MSP+DM Muchammad Satrio Wibowo; Herman Novry Kristiansen Paninggiran; Faisal Yusuf; Aditya Gunawan
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i2.720

Abstract

AbstractNongkosawit Tourism Village, a tourism village in Semarang City, is undergoing slow development. Development planning is crucial to its progress, which should be based on the current conditions, community needs, and tourism demands. The initial condition of the village serves as the basis for preparing development plans to ensure that the process aligns with expectations. A research study was conducted to determine the criteria for the village's initial position using the MSP + DM elements: Marketability, Sustainability, Participation, and Disaster Mitigation. This descriptive qualitative research employed observation and interviews as data collection methods. The findings indicate that Nongkosawit Tourism Village falls into the category of growing tourism villages, with an average total value of 3.6. The marketability element received an average score of 3.5, sustainability received 3.7, participation received 4.7, and disaster mitigation received 2.5. These assessments can serve as a reference for the preparation of the village's development plan, facilitating its transformation into an independent tourist village with positive impacts on the community.Keywords: Tourism Village; Tourism Development; MSP+DM; Strategic Planning; Sustainable TourismAbstrakSalah satu desa wisata yang ada di Kota Semarang yaitu Desa Wisata Nongkosawit. Desa wisata tersebut dinilai memiliki perkembangan yang lambat. Perencanaan pengembangan sangat perlu dilakukan untuk kemajuannya. Perencanaan pengembangan Desa Wisata Nongkosawit sebaiknya disesuaikan dengan kondisi sekarang, kebutuhan masyarakat, dan wisatawan. Kondisi awal Desa Wisata Nongkosawit menjadi dasar penyusunan perencanaan pengembangan. Hal tersebut menjadi penting agar proses tersebut dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. karena destinasi ini dinilai lambat perkembangannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai kriteria posisi awal Desa Wisata Nongkosawit menggunakan unsur MSP+DM (Marketibility/Pemasaran, Sustainibility/Keberlanjutan, Parcitipatory/Partisipatif, Disaster Mitigation/Mitigasi Bencana). Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualiatatif. Metode pengambilan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini yaitu Desa Wisata Nongkosawit masuk dalam kategori desa wisata tumbuh dengan nilai total rata-rata 3,6. Unsur marketibility mendapat nilai rata-rata 3,5. Unsur sustainability mendapat nilai rata-rata 3,7. Unsur participatory mendapat nilai rata-rata 4,7. Unsur disaster mitigation mendapat nilai rata-rata 2,5. Penilaian ini bisa menjadi dasar acuan dalam penyusunan perencanaan pengembangan Desa Wisata Nongkosawit. Sehingga desa wisata ini dapat berkembang menjadi desa wisata mandiri dan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal.Kata Kunci: Desa Wisata; Pengembangan Pariwisata; MSP+DM; Perencanaan Strategis; Pariwisata Berkelanjutan
Analisis Penerapan 5A Pariwisata dalam Pengembangan Obyek Wisata Curugsewu Kabupaten Kendal Aditya Gunawan; Almas Nabili Imanina
Manajemen dan Pariwisata Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Yapari (STIEPAR YAPARI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32659/jmp.v5i1.599

Abstract

Abstrak Pariwisata merupakan sektor strategis yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan pemberdayaan masyarakat lokal. Curugsewu sebagai air terjun tertinggi di Jawa Tengah denganketinggian 80 meter dan formasi tiga tingkatan yang unik, merupakan aset wisata alam unggulan KabupatenKendal yang berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata alam berkelanjutan. Namun, pengembangan destinasi ini masih menghadapi berbagai kendala, seperti jalur akses menuju air terjun yang licin dan curam, fasilitas pendukung yang terbatas, beberapa elemen daya tarik wisata yang terbengkalai, serta minimnya variasi aktivitas wisata yang dapat memperpanjang durasi kunjungan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan komponen 5A pariwisata, yaitu Attraction (daya tarik), Accessibility (aksesibilitas), Accommodation (akomodasi), Amenity (fasilitas pendukung), dan Activity (aktivitas wisata) di obyek wisata Curugsewu sebagai dasar pengembangan destinasi wisata alam yang berkelanjutan di Kabupaten Kendal. Rumusan masalah penelitian berfokus pada bagaimana penerapan kelima komponen 5A tersebut dalam mendukung pengembangan daya tarik wisata Curugsewu. penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis penerapan komponen 5A pariwisata di destinasi wisata Curugsewu untuk pengembangan destinasi wisata alam yang berkelanjutan di Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumentasi.