Noprianto Noprianto
Universitas Tompotika Luwuk

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGY FOR INCREASING THE CAPACITY OF VILLAGE APPARATUS HUMAN RESOURCES IN USING TECHNOLOGY BASED VILLAGE INFORMATION SYSTEMS (TANGEBAN VILLAGE, MASAMA DISTRICT, BANGGAI REGENCY) : Strategi Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur Desa dalam Penggunaan Sistem Informasi Desa Berbasis Teknologi (Desa Tangeban Kecamatan Masama Kabupate Banggai) Tasman Malusa; Muhlin Muhlin; Muhamad Irsan S. Nang; Noprianto Noprianto
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 10 No 2 (2026): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v10i2.7957

Abstract

This study aims to identify strategies for increasing the capacity of village apparatus human resources in the management of technology-based village information systems in Tangeban Village, Masama District, Banggai Regency. The problem faced by this village is the low mastery of information technology among village officials, which hinders data management, development planning, and budget transparency. Although technology has been applied to improve the quality of public services, limited skills, lack of continuous training, and lack of infrastructure are the main obstacles. This study uses a descriptive qualitative method, with data collection through direct observation, interviews, and document analysis. This method aims to analyze the challenges, experiences, and strategies for increasing the capacity of village officials in operating technology. The results of the study show that technology training, improvement of bureaucratic management, and the provision of adequate infrastructure are needed to improve the efficiency of village administration management. Improving the competence of village officials through relevant training can improve the performance of village government, accelerate services, and increase transparency and responsiveness to community needs. The findings also show that there is a variation in technology understanding among village officials, with most of them understanding technology well, while some groups still need to increase their knowledge to optimize the use of technology-based village information systems.
Transformasi Nilai Etika dan Karakter Pancasila pada Mahasiswa PPKn UNTIKA Luwuk dalam Arus Digitalisasi Ahmadin Ahmadin; Noprianto Noprianto; M. Jayadin Ilham; Mukhlish A. Laadi; Andi Asmar
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 6 No. 1 (2026): Transformasi Nilai Kewargaan, Karakter, dan Praktik Sosial dalam Dinamika Pendi
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v6i1.2720

Abstract

Perkembangan digitalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan mahasiswa, terutama dalam cara berinteraksi, memperoleh informasi, dan berpartisipasi dalam ruang publik digital. Kondisi ini menuntut mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga etika dan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi nilai etika dan karakter Pancasila pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Tompotika Luwuk dalam arus digitalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan enam mahasiswa PPKn Universitas Tompotika Luwuk sebagai partisipan penelitian yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi nilai etika Pancasila tercermin dalam pemahaman etika digital, kesadaran tanggung jawab digital, dan partisipasi kewargaan digital dalam penggunaan media sosial. Selain itu, transformasi nilai karakter Pancasila juga terlihat melalui praktik kolaborasi digital, kemandirian digital, dan integritas digital dalam aktivitas akademik dan interaksi daring mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya mempengaruhi pola komunikasi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang penting bagi internalisasi nilai-nilai Pancasila yang membentuk perilaku kewargaan digital yang etis, bertanggung jawab, dan partisipatif serta memberikan implikasi bagi pengembangan pendidikan kewarganegaraan berbasis literasi digital.