Saparuddin Latu
Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit, Universitas Megarezky Makassar, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Faktor Operasional dan Administratif terhadap Beban Kerja Tenaga Kesehatan di Unit Rawat Inap RSUD Lapatarai Kabupaten Barru Muhammad Ikbal; Saparuddin Latu; Andi Muh. Yagkin
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1998

Abstract

Beban kerja tenaga kesehatan di unit rawat inap RSUD Lapatarai Kabupaten Barru meningkat seiring rasio pasien terhadap perawat yang mencapai 12,5 : 1 di beberapa ruang, beban administratif tinggi akibat pencatatan ganda selama masa transisi sistem rekam medis elektronik, serta tingkat hunian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) yang mencapai 84% pada tahun 2023 melampaui standar nasional 60–80%. Kondisi ini berisiko menurunkan mutu pelayanan dan meningkatkan kelelahan kerja tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jumlah pasien, jam kerja dan sistem shift, kompleksitas kasus, beban administratif, serta kebijakan distribusi tenaga terhadap beban kerja tenaga kesehatan serta menentukan faktor yang paling dominan. Pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional digunakan pada 120 tenaga kesehatan yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis dengan korelasi Pearson dan regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa beban administratif (r = 0,498) dan jumlah pasien (r = 0,425) memiliki hubungan terkuat dengan beban kerja (seluruh p < 0,01). Secara parsial, hanya jumlah pasien (β = 0,217; p = 0,048) dan beban administratif (β = 0,376; p < 0,001) yang berpengaruh signifikan, dengan beban administratif sebagai faktor dominan (β standar = 0,356). Temuan ini menegaskan perlunya reformasi manajemen SDM dan percepatan digitalisasi RME untuk menekan beban administratif dan meningkatkan efisiensi pelayanan.
Analisis Implementasi Sistem Digital Rumah Sakit (RME dan SIMRS) dalam Meningkatkan Efisiensi Manajemen Pelayanan dan Kepuasan Pasien BPJS: Studi Kasus RS Amalia Bontang Reza Prakosa Sedyatama; Saparuddin Latu; Jalal Jalal
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2222

Abstract

Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) dan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) menjadi komponen strategis dalam peningkatan mutu dan efisiensi pelayanan, khususnya bagi pasien BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh implementasi RME dan SIMRS terhadap efisiensi pelayanan dan kepuasan pasien BPJS di RS Amalia Bontang. Pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional digunakan pada Agustus 2025, melibatkan pasien BPJS yang telah menggunakan layanan digital rumah sakit minimal satu kali dalam enam bulan terakhir. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi RME dan SIMRS berpengaruh signifikan terhadap efisiensi pelayanan (p < 0,001) dengan odds ratio (OR) sebesar 10,19 (95% CI: 5,55–18,69) serta terhadap kepuasan pasien BPJS (p < 0,001) dengan OR sebesar 13,86 (95% CI: 7,37–26,06). Nilai OR yang tinggi mengindikasikan bahwa optimalisasi penerapan sistem digital rumah sakit secara substansial meningkatkan efisiensi operasional dan persepsi kualitas layanan pasien. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan manajemen digital rumah sakit sebagai strategi manajerial untuk meningkatkan mutu layanan dan kepuasan pasien BPJS, khususnya di konteks rumah sakit daerah yang sedang beradaptasi dengan transformasi layanan berbasis teknologi.