Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH BANGSA SAPI LOKAL YANG DIBERI PAKAN JERAMI PADI DAN KONSENTRAT TERHADAP LAMA WAKTU DAN FREKUENSI MAKAN Adhifa Putra Dwi Rama; Muhamad Bata; Sri Rahayu
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 1 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bangsa sapi lokal terhadap lama waktu dan frekuensi makan ketika diberi pakan berupa jerami padi dan konsentrat. Penelitian dilakukan menggunakan empat bangsa sapi lokal yaitu Sapi Madura (MM), Madura Flores (MF), Bali Flores (BF), dan Peranakan Ongole (PO) yang masing-masing memiliki bobot badan rata-rata ±300 kg. Pakan yang diberikan berupa jerami padi secara ad libitum dan konsentrat sebanyak 2,5% dari bobot badan. Penelitian dilaksanakan di Amanah Bata Farm, Banyumas, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah. Hasil analisis menunjukkan bahwa bangsa sapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap lama waktu makan dan frekuensi makan harian. Rataan lama waktu makan harian masing-masing bangsa sapi yaitu MF (124,2 ± 6,76), BF (143,70 ± 20,20), PO (144,2 ± 10,28), dan MM (173,0 ± 20,57), dengan sapi MM memiliki lama makan yang lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan sapi MF, sapi BF, dan sapi PO, sedangkan diantara sapi MF, BF, dan PO tidak menunjukkan adanya perbedaan nyata (P>0,05) dalam lama aktu makan. Sedangkan rataan frekuensi makan harian yaitu MF (11,00 ± 0,47), PO (11,17 ± 0,76), BF (12,17 ± 0,58), dan MM (12,83 ± 0,58), dengan sapi sapi MM memiliki frekuensi makan yang sama (P>0,05) dengan BF dan PO, akan tetapi lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan MF. Temuan ini menunjukkan bahwa setiap bangsa sapi memiliki kebiasaan makan yang berbeda meskipun diberi pakan dan kondisi lingkungan yang sama. Faktor genetik dan adaptasi fisiologis terhadap jenis pakan di wilayah asal diduga berkontribusi terhadap perbedaan ini
PENGARUH BANGSA SAPI LOKAL YANG DIBERI PAKAN SAMA TERHADAP KECEPATAN MAKAN DAN RASIO KONSUMSI HIJAUAN DAN KONSENTRAT Anvicko Firstyda Effendi; Sri Rahayu; Muhamad Bata
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan bangsa sapi lokal terhadap kecepatan makan konsentrat serta rasio konsumsi hijauan dan konsentrat pada pemberian pakan berupa jerami padi dan konsentrat. Kegiatan penelitian berlangsung selama tiga minggu di UD. Sapi Amanah, Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Materi penelitian terdiri atas 16 ekor sapi lokal jantan yang berasal dari empat bangsa, yaitu sapi Bali Flores (BF), sapi Madura Flores (MF), sapi Peranakan Ongole (PO), dan sapi Madura (MM), masing-masing sebanyak empat ekor. Bobot hidup awal rata-rata dari setiap bangsa sapi berturut-turut adalah 388,25 ± 26,8 kg (BF), 343,75 ± 16,52 kg (MF), 340,25 ± 9,29 kg (PO), dan 280,5 ± 5 kg (MM). Pakan yang diberikan berupa konsentrat sebanyak 2,5% dari bobot hidup, sedangkan jerami padi disediakan secara ad libitum terkontrol. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat bangsa sapi sebagai perlakuan. Variabel yang diamati meliputi tingkah laku makan, khususnya kecepatan makan pagi dan sore hari serta rasio konsumsi hijauan dan konsentrat. Hasil menunjukkan bahwa perbedaan bangsa sapi tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap kecepatan makan pada pagi dan sore hari, namun berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap konsumsi hijauan dan berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap konsumsi konsentrat. Uji Lanjut menggunakan uji DMRT pada rasio konsumsi hijauan dan konsentrat menunjukkan bahwa sapi Bali memiliki konsumsi hijauan dan konsentrat tertinggi (3,80 ± 0,21 kg) dan (4,95 ± 0,65 kg) dibandingkan sapi PO, sapi Madura Flores, dan Sapi Madura. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan kecepatan makan konsentrat antar bangsa sapi lokal, akan tetapi terdapat perbedaan konsumsi hijauan dan konsentrat antar bangsa sapi lokal di Indonesia.
PENGARUH PENAMBAHAN CAIRAN FERMENTATION BROTH DALAM PAKAN DOMBA TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING (KBK) DAN KECERNAAN BAHAN ORGANIK (KBO) SECARA IN VITRO Dwi Rahayu Mukholifah; Efka Aris Rimbawanto; Muhamad Bata
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan judul “Pengaruh Penambahan Cairan Fermentation Broth dalam Pakan Domba terhadap Kecernaan Bahan Kering (KBK) dan Kecernaan Bahan Organik (KBO) secara In Vitro” dilakukan dengan tujuan mengetahui interaksi antara jerami padi dan cairan fermentation broth, mengetahui pengaruh penggunaan jerami padi dan jerami padi amoniasi dan mengetahui pengaruh penggunaan cairan fermentation broth dalam meningkatkan KBK dan KBO secara in vitro. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan pola faktorial 2x3 dengan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan yang diuji adalah ransum JP (jerami padi 30% + konsentrat 70%) dan JPA (jerami padi amoniasi 30% + konsentrat 70%) sebagai faktor utama dan faktor kedua dosis fermentation broth 0, 150, dan 300 µL dan sebagai kelompok adalah sumber inokulum (cairan rumen). Materi yang digunakan yaitu jerami padi, jerami padi amoniasi, konsentrat, cairan fermentation broth, dan bahan kimia untuk percobaan in vitro. Percobaan in vitro berdasarkan metode dua tahap (Tilley and Terry, 1963). Peubah respon yang diamati meliputi kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan uji lanjut BNJ (Tukey HSD). Hasil menunjukkan bahwa interaksi penambahan cairan fermentation broth dan jenis jerami padi tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Penggunaan jerami padi amoniasi mampu meningkatkan KBK dan KBO secara signifikan (P<0,01) dibanding jerami padi dan penggunaan cairan fermentation broth pada dosis (0, 150, 300 µL) tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Rata-rata KBK dan KBO untuk perlakuan jerami padi dengan dosis fermentation broth yang berbeda adalah berkisar 38,91 - 39,20% dan 48,46-48,72% sedangkan untuk perlakuan jerami padi amoniasi adalah berkisar 39,69-39,90% dan 49,97-50,43%.