Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI PERFORMA PRODUKSI AYAM BROILER DI EKO SETIA B FARMDITINJAU DARI KONVERSI PAKAN, RATAAN BOBOT BADAN, DAN MORTALITAS Zahwa Ainur Praselia; Imam Suswoyo; Mohandas Indraji
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa pemeliharaan ayam broiler di Eko Setia B farm dengan standar produksi internal yang mencakup konversi pakan (Feed Conversion Ratio), bobot badan rata-rata, dan tingkat mortalitas. Penelitian dilakukan selama satu periode pemeliharaan dari September hingga Oktober 2024 pada ayam broiler strain CP 707 berpopulasi 40.500 ekor yang dipelihara di kandang closed house tiga lantai. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan rekaman produksi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa nilai FCR mingguan rata-rata 1,295 ± 0,204 yang setara dengan standar produksi (1,299 ± 0,279). Bobot badan rata-rata ayam di Eko Setia B farm lebih tinggi dari standar produksi dengan rata-rata pertambahan mencapai 475,67 ± 235,55 gram/ekor, serta bobotakhir mendekati 2,9 kg pada minggu keenam. Tingkat mortalitas selama periode pemeliharaan juga lebih rendah dibandingkan standar produksi, yaitu 2,10% ± 1,08% vs 2,65% ± 1,32%. Pencapaian bobot badan yang tinggi sejalan dengan pengurangan mortalitas menunjukkan manajemen pemeliharaan yang efektif dan efisien, sehingga usaha peternakan berada pada posisi menguntungkan untuk memperoleh nilai ekonomi maksimal. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan pakan, lingkungan, dan kesehatan dalam mendukung pertumbuhan optimal ayam broiler.
HUBUNGAN ANTARA SUHU KELEMBABAN DENGAN BOBOT BADAN DANMORTALITAS ANTARA LANTAI 1,2,DAN 3 Destian Akhmad Syarifuddin; Ismoyowati Ismoyowati; Mohandas Indraji
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem kandang bertingkat semakin populer dalam industri peternakan ayam broiler karenaefisiensi penggunaan lahan dan kapasitas produksi yang lebih besar. Namun, perbedaan kondisi mikroklimat pada setiap tingkat lantai dapat mempengaruhi parameter lingkungan seperti suhu dan kelembaban yang berdampak pada performa dan mortalitas ayam. Masalah utama yang dihadapi peternak adalah tingginya variasi mortalitas antar lantai yang sulit diprediksi dan dikendalikan. Penelitian mengenai hubungan spesifik antara parameter lingkungan dengan mortalitas pada sistem kandang bertingkat masih terbatas, padahal informasi ini penting untuk optimalisasi manajemen pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara suhu, kelembaban, dengan bobot badan dan mortalitas ayam pedaging pada sistem kandang bertingkat tiga lantai. Metode penelitian eksperimental dengan materi 66000 ekor ayam broiler yang ditempatkan pada kandang bertingkat tiga lantai dengan 22000 ekor per lantai. Parameter yang diukur meliputi suhu, kelembaban, bobot badan, dan mortalitas harian. Data dianalisis menggunakan analisis regresi berganda dengan SPSS untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap mortalitas pada setiap lantai. Pengambilan data dilakukan selama periode pemeliharaan lengkap dengan pengukuran parameter lingkungan secara kontinu. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan tingkat mortalitas antar lantai, dengan lantai 2 memiliki mortalitas terendah (2,70%), lantai 1 sebesar (5,50) %, dan lantai 3 tertinggi (24,30%). Analisis regresi menunjukkan bahwa kelembaban berpengaruh signifikan terhadap mortalitas pada lantai 3 dengan koefisien determinasi tertinggi (24,3%). BB bervariasi ekstrem antar lantai, dengan lantai 3 mencapai 88 gram, lantai 2 sebesar 82,71 gram, dan lantai 1 sebesar 81,57-gram pada periods starter. Kesimpulannya sistem kandang bertingkat menunjukkan karakteristik mikroklimat yang berbeda pada setiap tingkat dengan implikasi yang signifikan terhadap mortalitas ayam broiler. Kelembaban merupakan faktor lingkungan yang paling konsisten mempengaruhi mortalitas, terutama pada lantai atas.