Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

TikTok vs Kehidupan Remaja: Menelaah Dampak Negatif Media Sosial Ainun Mahya Firdaus; Iyut Almira Khaylila; Siti Nur Shabrina; Yusup Akhsani
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak negatif media sosial TikTok terhadap remaja, khususnya pada aspek perilaku, psikologis, interaksi sosial, dan prestasi akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek 10 siswi MTs Sunan Pandanaran yang aktif menggunakan TikTok. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok memengaruhi perilaku remaja melalui kecanduan digital, paparan konten negatif, dan imitasi perilaku yang tidak sesuai norma sosial. Dampak psikologis yang muncul meliputi rasa cemas, minder, dan perubahan emosi saat membandingkan diri dengan konten yang ditonton. Interaksi sosial juga mengalami perubahan, di mana remaja cenderung meniru bahasa, gaya, dan tren digital, serta lebih nyaman mengekspresikan diri melalui video dibanding komunikasi tatap muka. Selain itu, penggunaan TikTok berdampak pada waktu belajar dan prestasi akademik, karena sebagian remaja mengorbankan waktu belajar untuk menonton video, menunda tugas, atau kehilangan fokus. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran orang tua, guru, dan masyarakat dalam memberikan bimbingan dan literasi digital, agar remaja dapat menggunakan TikTok secara bijak dan tetap menjaga keseimbangan antara hiburan, sosial, dan akademik.
Banjir sebagai Fenomena Sosial-Lingkungan: Analisis Faktor Penyebab Banjir di Jawa Tengah Yusup Akhsani; Festi Hayu Winasti; Zidan Fadil Uchida; Kavindra Hanafi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang menyebabkan banjir di Jawa Tengah dengan fokus khusus pada Kota Semarang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari aparat pemerintah, warga terdampak, dan aktivis lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir di Semarang dipengaruhi oleh kombinasi faktor alam seperti curah hujan tinggi dan penurunan muka tanah, serta faktor manusia seperti alih fungsi lahan, sistem drainase yang buruk, dan kurangnya pengelolaan sampah. Secara khusus, wilayah pesisir dan dataran rendah di Semarang menunjukkan tingkat kerentanan yang tinggi akibat urbanisasi yang cepat dan tidak terkendali. Kurangnya koordinasi antar lembaga dalam pengelolaan lingkungan, serta lemahnya penegakan regulasi tata ruang, turut memperburuk kondisi tersebut. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam merancang kebijakan pengendalian banjir yang berbasis pada kondisi lokal serta partisipasi masyarakat yang aktif dan berkelanjutan.
Kesadaran Masyarakat dalam Pemanfaatan Limbah Kulit Semangka sebagai Pupuk Organik Cair untuk Budidaya Tanaman Hias Yusup Akhsani; Festi Hayu Winastri; Revi Annur Majid; Muhammad Hernandho Abimantrana
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair (POC) berbahan dasar kulit semangka terhadap pertumbuhan tanaman anggrek. Kulit semangka merupakan limbah organik yang kaya akan nutrisi seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, serta berpotensi meningkatkan pertumbuhan tanaman secara alami. Metode yang digunakan peneliti untuk menulis karya ilmiah ini adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan lima perlakuan konsentrasi POC (0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%) pada anggrek jenis Dendrobium. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, dan jumlah bunga. Hasil menunjukkan bahwa pemberian POC berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tanaman anggrek, dengan konsentrasi optimal pada 15%. Perlakuan ini meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah bunga secara nyata dibandingkan kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa POC kulit semangka dapat dijadikan alternatif pupuk organik yang efektif, ramah lingkungan, dan mendukung budidaya anggrek berkelanjutan.
Pengaruh Pemanfaatan Media Pembelajaran Film Animasi terhadap Hasil Belajar Siswa MTs Sunan Pandanaran Yusup Akhsani; Festi Hayu Winastri; Muhammad Adnan Fikrul Mustaqim; Muhammad Yazdad Huda
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan media pembelajaran berupa film animasi terhadap hasil belajar siswa di MTs Sunan Pandanaran berdasarkan persepsi guru. Media film animasi dipandang sebagai sarana pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa melalui visualisasi yang menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan Wawancara. Data dikumpulkan melalui angket yang diberikan kepada guru mata pelajaran yang telah menggunakan media film animasi dalam proses pembelajaran dan Wawancara dilakukan kepada para siswa MTs Sunan Pandanaran. Angket tersebut digunakan untuk mengetahui pandangan guru terhadap efektivitas media film animasi serta pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa dan Wawancara pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh efektivitas media pembelajaran film animasi terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru menyatakan bahwa media film animasi mempermudah penyampaian materi dan mendorong peningkatan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, para guru juga mengamati adanya peningkatan pemahaman dan hasil belajar siswa setelah penggunaan media film animasi tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran berupa film animasi memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa menurut persepsi guru di MTs Sunan Pandanaran.
Dinamika Kenakalan Remaja: Peran Keharmonisan Keluarga dan Konformitas Teman Sebaya di Mts Sunan Pandanaran Yogyakarta Annisa Ashifa; Azra Fakhrunnisa; Arumi Rizki Indarto; Siti Nur Shabrina; Yusup Akhsani
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i3.1367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kenakalan remaja dengan menitikberatkan pada peran keharmonisan keluarga dan konformitas teman sebaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek sejumlah siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sunan Pandanaran. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai bentuk kenakalan remaja serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenakalan remaja yang ditemukan masih berada pada kategori ringan, seperti melanggar aturan, mengambil barang tanpa izin, dan perilaku berisiko lainnya. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kurangnya keharmonisan keluarga, ditandai dengan minimnya komunikasi, pembiaran, serta lemahnya pengawasan orang tua, berkontribusi terhadap munculnya perilaku menyimpang pada remaja. Selain itu, konformitas teman sebaya juga berperan signifikan dalam mendorong remaja mengikuti perilaku negatif demi memperoleh penerimaan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kenakalan remaja merupakan hasil interaksi antara faktor keluarga dan lingkungan pergaulan sebaya. Oleh karena itu, penguatan peran keluarga dan pengelolaan lingkungan sosial remaja menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan kenakalan remaja.