Mohammad Wildan Muttaqien
Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Teknologi Digital Google Maps Sebagai Solusi UMKM Untuk Menjangkau Pasar Lebih Luas Di Wilayah Kelurahan Pasirkratonkramat Kota Pekalongan: Utilizing Google Maps Digital Technology as a Solution for MSMEs to Reach a Wider Market in the Pasirkratonkramat Subdistrict, Pekalongan City Adriyaning Adriyaning; Clarita Marsya Estevani; Wulan Rahmadhani; Ina Romansihi; Luluk Hidayati; Nabila Mayla Nuril Anjali; Shofi Adila; Ayuning Tyas; Nur Komariyah; Mohammad Wildan Muttaqien; Nur Annisa Putri; Farris Ariyanto; Lintang Ardila; Iqbal Baihaki; Fadli Hudaya; Dian Kartikasari
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Batikmu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v5i2.2366

Abstract

Teknologi digital saat ini memainkan peran yang sangat penting dalam membantu pertumbuhan usaha kecil, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu alat digital yang paling sederhana dan bermanfaat adalah Google Maps, yang memungkinkan pelanggan untuk dengan mudah menemukan lokasi suatu usaha. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara sederhana dengan pemilik, dan catatan online seperti berapa kali usaha tersebut muncul dalam pencarian atau menerima pertanyaan dari pelanggan. Studi ini juga menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan digital dan keterlibatan masyarakat sangat penting untuk mempertahankan hasil tersebut. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti bahwa alat digital yang gratis dan mudah digunakan seperti Google Maps dapat membuat perbedaan besar dalam membantu industri tradisional, seperti batik, untuk bertahan dan berkembang di era digital saat ini.
Analisis Problematika Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran PJOK di SD Muhammadiyah Kebagusan Pemalang Mohammad Wildan Muttaqien; M. Riski Adi Wijaya; Gilang Nuari Panggraita; Mega Widya Putri
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i4.4999

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu pendekatan yang penting dalam Kurikulum Merdeka untuk mengakomodasi perbedaan kebutuhan, minat, dan kemampuan belajar peserta didik, namun implementasinya pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, masih terdapat beberapa problematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di kelas II SD Muhammadiyah Kebagusan Pemalang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru PJOK, dan lima peserta didik kelas II yang dipilih menggunakan kriteria setiap siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengabsahan data menggunakan triangulasi teknik, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berupaya menerapkan pembelajaran berdiferensiasi melalui variasi metode, aktivitas, media, dan pengelompokan peserta didik sesuai kebutuhan belajar. Namun implementasinya belum berjalan secara optimal karena masih ditemukan beberapa problematika, yaitu: (1) kurangnya pemahaman guru mengenai konsep pembelajaran berdiferensiasi, (2) perbedaan kemampuan peserta didik yang menyulitkan proses pengelompokan berdasarkan kebutuhan belajar, (3) kesulitan dalam mengelola kelas ketika peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran yang berbeda secara bersamaan, (4) keterbatasan media pembelajaran dalam mendukung kebutuhan belajar peserta didik, (5) waktu dalam pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, dan (6) sarana dan seterusnya pembelajaran PJOK. Dengan demikian diperlukan peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta dukungan sekolah agar pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran PJOK dapat berlangsung secara lebih optimal.