Pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu pendekatan yang penting dalam Kurikulum Merdeka untuk mengakomodasi perbedaan kebutuhan, minat, dan kemampuan belajar peserta didik, namun implementasinya pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, masih terdapat beberapa problematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di kelas II SD Muhammadiyah Kebagusan Pemalang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru PJOK, dan lima peserta didik kelas II yang dipilih menggunakan kriteria setiap siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengabsahan data menggunakan triangulasi teknik, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berupaya menerapkan pembelajaran berdiferensiasi melalui variasi metode, aktivitas, media, dan pengelompokan peserta didik sesuai kebutuhan belajar. Namun implementasinya belum berjalan secara optimal karena masih ditemukan beberapa problematika, yaitu: (1) kurangnya pemahaman guru mengenai konsep pembelajaran berdiferensiasi, (2) perbedaan kemampuan peserta didik yang menyulitkan proses pengelompokan berdasarkan kebutuhan belajar, (3) kesulitan dalam mengelola kelas ketika peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran yang berbeda secara bersamaan, (4) keterbatasan media pembelajaran dalam mendukung kebutuhan belajar peserta didik, (5) waktu dalam pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, dan (6) sarana dan seterusnya pembelajaran PJOK. Dengan demikian diperlukan peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta dukungan sekolah agar pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran PJOK dapat berlangsung secara lebih optimal.
Copyrights © 2026