This Author published in this journals
All Journal JURNAL TEKNIK MESIN
Jembar Ripada
Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS AIR HEATER DENGAN SUHU AIR PANAS KONSTAN (STEADY STATE) Jembar Ripada; Bambang Yunianto; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heat exchanger adalah perangkat yang digunakan untuk memindahkan panas antara dua atau lebih zat yang berada pada suhu berbeda. Heat exchanger digunakan dalam berbagai aplikasi seperti kondensor dan evaporator dalam industri HVAC, radiator mobil dalam industri otomotif, pendingin oli, industri pengolahan makanan, industri konstruksi, dan lainnya. Heat exchanger dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh efektivitas dan efisien air heater heat exchanger dengan suhu air panas yang konstan (steady state) saat maksimum serta pengaruh variasi kecepatan aliran pompa dan fan terhadap kinerjanya. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental pada air heater heat exchanger dengan variasi debit air sebesar 0 L/min, 2,5L/min, 5L/min dan variasi kecepatan udara sebesar  1,8 m/s, 2,7 m/s, dan 3,6 m/s. Pengamatan dan perbandingan yang dilakukan adalah pengamatan suhu udara yang keluar dari kipas dengan suhu paling maksimum hingga mencapai kondisi steady state. Hasil uji eksperimental menunjukkan bahwa efektivitas terbaik didapat dengan nilai sebesar 0,51481 dan efisiensi terbaik didapat dengan nilai 92%, hasil terbaik ini diperoleh ketika air heater heat exchanger dioperasikan dengan variasi debit air sebesar 5L/min dan kecepatan udara 1,8 m/s. Kondisi operasional dengan debit air sebesar 5L/min dan kecepatan udara 1,8 m/s menjadi kondisi operasional terbaik karena banyaknya jumlah air yang mengalir melalui heat exchanger sehingga  meningkatkan kapasitas pendinginan dan kecepatan udara yang rendah memberikan waktu kontak yang cukup antara udara dan permukaan heat exchanger.