Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang Melalui Pendekatan Value for Money Tahun 2022-2024 Restania Oktavia; Nia Adelina Br Sembiring; Eka Grisanna Sihite; Putri Kemala Dewi Lubis; Khairani Alawiyah Matondang
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v3i1.8160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dengan pendekatan Value for Money (VFM) yang mencakup aspek ekonomis, efisiensi, dan efektivitas. Sebagai salah satu kabupaten dengan APBD terbesar di Sumatera Utara yang mencapai Rp4,8 triliun pada tahun 2024, Deli Serdang menghadapi tantangan dalam optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) sebagaimana diberitakan media lokal mengenai realisasi PAD yang hanya mencapai 61,61% hingga awal Desember 2024. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan data sekunder berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Kabupaten Deli Serdang tahun 2022–2024 yang diperoleh dari portal DJPK Kemenkeu. Teknik analisis menggunakan perhitungan rasio ekonomis (perbandingan realisasi belanja dengan anggaran belanja), rasio efisiensi (perbandingan realisasi belanja dengan realisasi pendapatan), dan rasio efektivitas (perbandingan realisasi PAD dengan target PAD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan Kabupaten Deli Serdang mengalami fluktuasi. Dari aspek ekonomis, tahun 2022 tergolong tidak ekonomis (103,44%), namun membaik menjadi sangat ekonomis pada tahun 2023 (83,58%) dan 2024 (85,49%). Dari aspek efisiensi, tahun 2022 tidak efisien (100,04%), sedangkan tahun 2023 (99,06%) dan 2024 (96,21%) telah mencapai kategori efisien. Adapun dari aspek efektivitas PAD, selama tiga tahun berturut-turut berada pada kategori kurang efektif, yakni 70,41% (2022), 63,98% (2023), dan 71,00% (2024). Temuan utama penelitian ini adalah adanya paradoks antara keberhasilan penghematan belanja (ekonomis dan efisien) dengan kegagalan pencapaian target pendapatan (efektivitas rendah). Hal ini mengindikasikan bahwa pengelolaan keuangan daerah lebih terfokus pada sisi belanja, sementara optimalisasi potensi PAD belum berjalan optimal. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang disarankan untuk mengevaluasi metode penetapan target PAD agar lebih realistis serta melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan pajak dan retribusi daerah.
Penerapan Konsep Elastisitas Permintaan dan Penawaran Produk Strategi Penetapan Harga Produk Baru: Analisis Sensitivitas Perubahan Harga terhadap Kuantitas yang Diminta/Ditawarkan Muhammad Yusuf; Rain Taruna Ompusunggu; Siti Fatimah; Nia Adelina Br Sembiring; Ririn Yolanda
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.4916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan strategi penetapan harga optimal bagi produk baru dengan memanfaatkan konsep elastisitas permintaan (Price Elasticity of Demand/PED) dan elastisitas penawaran (Price Elasticity of Supply/PES). Produk baru umumnya menghadapi ketidakpastian pasar, perubahan preferensi konsumen, serta keterbatasan informasi mengenai respons permintaan dan kapasitas penawaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung analisis kualitatif melalui pengkajian hubungan harga dan kuantitas, data penjualan, survei kepuasan pelanggan, serta wawancara dengan pelaku usaha. Pendekatan matematika ekonomi digunakan untuk menghitung tingkat elastisitas, menilai sensitivitas konsumen dan produsen, serta mengidentifikasi implikasi perubahan harga terhadap pendapatan dan laba. Pembahasan diterapkan pada pengembangan produk UMKM Teras Steak yang menunjukkan bahwa permintaan cenderung elastis, sehingga perubahan harga yang relatif kecil dapat menimbulkan perubahan kuantitas penjualan yang lebih besar. Kondisi tersebut mendukung penggunaan harga penetrasi, segmentasi harga, paket bundling, dan promosi terbatas untuk meningkatkan volume penjualan tanpa mengorbankan keberlanjutan keuntungan. Dari sisi penawaran, kemampuan menyesuaikan kapasitas produksi, struktur biaya, ketersediaan bahan baku, dan teknologi menjadi penentu kecepatan respons produsen terhadap perubahan harga. Hasil penelitian menegaskan bahwa keputusan harga produk baru perlu mengintegrasikan elastisitas permintaan dan penawaran, proyeksi pendapatan, pengendalian biaya, serta evaluasi pasar secara berkala. Kerangka ini memberikan dasar analitis bagi UMKM untuk menetapkan harga yang kompetitif, mengurangi risiko kegagalan produk, dan menjaga pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.